Keris untuk bisnis
Saat ini keris mulai diminati anak muda, bukan untuk dimiliki melainkan untuk diperjualbelikan, atau biasa disebut sebagai bakul(pedagang). Para anak muda tersebut menjadi bakul keris karena penghasilannya yang besar
“Keris itu dulu memang senjata tusuk untuk perang. Seiring perkembangan zaman, keris menjadi lambang kewibawaan dan termasuk ageman (pegangan). Sekarang sudah mulai untuk bisnis,” kata Sungkowo.
Biasanya sasaran bakul-bakul muda tersebut adalah kolektor atau peminat keris yang berani membayar harga tinggi. Menurutnya, hal ini pun seiring dengan banyaknya komunitas-komunitas pecinta keris tidak turun, jadi memang peminat keris itu tidak turun, namun tetap ada.
“Demi harga tinggi, para bakul yang tidak paham ini menyebut pamor keris itu sesuai dengan karakter calon pembelinya,” ujar Sungkowo. Ia pun berharap, setiap peminat keris bisa memahami makna yang terkandung di dalam keris.
“Setiap keris itu memiliki nilai filosofi yang berbeda-beda,” kata dia. (girbok/kompas)


GIPHY App Key not set. Please check settings