DIY | Kali ini Patra Padi Official menghadirkan sebuah terobosan baru dalam memperingati Milad BPH Diponegoro. Berbekal kisah perjuangan BPH Diponegoro yang diambil dari Babad Diponegoro, sebuah autobiografi BPH Diponegoro yang ditulis selama pengasingan di Manado s.d. Makassar, Patra Padi Official mempersembahkan Pagelaran Opera Jawa Diponegoro, “Perang Jawa 1825 – 1830”.
Perlu diketahui bahwa pada 18 Juni 2013, United Nations melalui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) telah mengakui Babad Diponegoro karya BPH Diponegoro sebagai Internasional Memory of the World (MoW). Mengusung tema “Melestarikan Budaya dan Sejarah Bangsa”, Patra Padi Official menyajikan kisah perjuangan BPH Diponegoro yang dikemas dalam sebuah opera berdurasi pendek minimalis.
Dengan memadupadankan seni tari, musik gamelan bergenre kontemporer, sejarah, didukung dengan teknologi digital media, diharapkan dapat memberikan nuansa segar dan menarik untuk audiens yang hadir secara offline maupun online melalui Youtube ungkap Rahadi Saptata Abra, Ketua Umum Patra Padi.

Opera Jawa Diponegoro besutan Sutradara & Koreografer: Anter Asmorotedjo, dibantu Penata Artistik: Beni Susilo Wardoyo, Penata Cahaya: Jibna Settong, Penata Busana: Anang Wahyu Nugroho/Celah Seni Studio, Naskah: RM. Altiyanto Hendriawan dan Musik oleh Budi Pramono ini dapat menggaet minat kawula muda, khususnya Gen Z untuk lebih mengenal Sejarah Perang Jawa 1825 – 1830 pada umumnya, dan sepak terjang perjuangan BPH Diponegoro pada khususnya. Untuk itu, pada kesempatan ini, Ustad Salim A. Fillah berkenan menyampaikan pemaparan singkat seputar Perang Jawa 1825-1830 sekaligus memimpin doa.
Seperti adat saben, pada Sabtu, 11 November 2023, bertempat di Masjid pangeran Diponegoro, Tegalrejo Yogyakarta, Peringatan Milad BPH Diponegoro diawali dengan Tadarus Al Quran dan doa bersama yang dipimpin Ust. M.Abdul Ghofur dari Tegalrejo. Acara ini diikuti Remaja Masjid Diponegoro, serta perwakilan Panitia.
Danang Wibowo selaku Ketua Panitia Milad BPH Diponegoro ke-238 tahun, menyampaikan bahwa di acara ini Panitia juga mengundang perwakilan mahasiswa/i dari berbagai kampus seperti UGM, UNY, UPNV Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga, ISI, UII, Sanata Dharma, perwakilan siswa/i dari beberapa SMA/SMKN di Yogyakarta serta perwakilan generasi muda di seputar nDalem Tegalrejo, bekas kediaman GKR Tegalrejo (permaisuri Sultan HB I) dan BPH Diponegoro.
Dengan diadakannya acara ini, semoga kita sebagai generasi penerus bangsa konsisten mengobarkan semangat nasionalisme. Dengan Gen Z sebagai sokoguru bangsa, berharap ke depan akan muncul Diponegoro-Diponegoro muda yang selalu berkhidmat kepada Ibu Pertiwi dan kawulo alit. (rls)







GIPHY App Key not set. Please check settings