in

Pengusaha Madu Ini Tetap Bertahan Ditengah Badai Pandemi

pinggirtembok | Sudah bukan rahasia bila madu baik untuk kesehatan. Dalam berbagai budaya selama berabad-abad, madu telah digunakan dalam banyak keperluan pengobatan. 

Seorang pengusaha madu, Hasan di Kec. Pekuncen Kab. Banyumas Jawa Tengah merintis usahanya berawal dari hobi mengkonsumsi madu karena merasakan manfaat dari madu.

Sekitar awal 2019 ia pun mencoba untuk menjadi pengusaha madu, berawal dari 1 kg madu kemudian dikemas dengan tampilan menarik, lalu menawarkan kepada teman-temannya.

Berbagai respon positif diterima oleh Hasan, kemudian memberanikan diri untuk memproduksi dalam skala besar dan memberinya merk, Madu Al Hasanah.

“Alhamdulillah ada teman yang merespon dengan baik sehingga akhirnya memberanikan diri membuat brand atau merek Madu Al Hasanah kemudian memproduksi atau belanja dengan sekala besar dan alhamdulillah setelah kami coba iklankan secara maksimal banyak tanggapan positif dari banyak konsumen mengenai madu al Hasanah.” Ujar Hasan saat dihubungi melalui ponsel, Selasa (10/8)

Diakuinya juga dalam pembuatan Izin Usaha masih sulit sehingga ia berharap kepada pemerintah untuk mempermudah dan mendukung usaha di sektor madu.

“Harapan saya kepada pemerintah, untuk perizinan perusahaan harap di buat lebih di permudah lagi dan kami memohon dukungan pemerintah khususnya dalam sektor usaha madu mohon untuk lebih di dukung lagi.” kata Hasan.

Ditengah pandemi saat sekarang ini diakuinya sangat kesulitan untuk melakukan penjualan dengan berkurangnya pembeli.

Karena kegunaan madu yang sangat bermanfaat, sebagian orang banyak mengonsumsinya, sehingga ini pula yang membuat penjualannnya kembali normal dan semakin bertambah konsumennya.

Tak hanya itu, untuk meningkatkan penjualannya, ia menerapkan diskon berupa gratis ongkir untuk penjualan online dan potongan harga untuk penjualan offline.

Sebagai Anggota komunitas ILMI Jateng (Inspirator Lebah Madu Indonesia Regional Jawa Tengah) yang belum lama terdaftar ini, ia melakukan penjualan secara online dan offline.

Saat ini penjualannya hingga luar pulau Jawa seperti kalimantan, jambi, bangka dan lampung yang dilakukannya secara online sedangkan secara offline meliputi kabupaten banyumas, brebes, cilacap dan banjarnegara.

Untuk harga bervariatif mulai dari harga Rp. 55.000 untuk ukuran 150 ml. Namun diakuinya yang paling laris ukuran 460ml dan 150ml.

Ia pun membuka peluang usaha bagi orang-orang yang ingin menjadi agennya dengan mengunjungi ke tokonya, Toko Muslim Banyumas di Desa. Banjaranyar Rt 02 Rw 06 Kec. Pekuncen Kab. Banyumas Jawa Tengah atau dengan menghubungi 085211303460. (Girbok/FDF)

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings

    Diskon Properti Diperpanjang Sampai Akhir Tahun, Menjaga Ritme Pemulihan Ekonomi

    Messi Resmi Gabung PSG, Babak Baru