in

Harga Gabah Rp.470ribu, Petani Majalengka Berharap Bisa Lebih Tinggi

Majalengka | Harga gabah kering memasuki musim panen di sejumlah Majalengka, Jawa Barat berkisar di harga Rp. 450 ribu per kwintal.

Salah satu petani di Kecamatan Ligung, Desa Bantarwaru mengatakan harga gabah pada musim saat ini relatif lebih tinggi dibandingkan dengan panen musim Rendeng kemarin (Musim hujan) di harga Rp. 400 ribu per kwintal.

Memasuki masa panen, harga gabah kering di sejumlah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat di kisaran Rp450 ribu per kwintal. Harga sebesar itu lebih tinggi dibanding panen sebelumnya.

Salah satu petani, Iprosin di Desa Bantarwaru, Kecamatan Ligung Iprosin mengatakan, dibanding masa panen musim Rendeng (Musim hujan) kemarin, harga gabah pada panen musim Ketiga (kemarau) saat ini relatif lebih tinggi. Saat panen musim Rendeng, jelas dia, harga gabah di angka Rp400 ribu per kwintal.

“Panen sekarang mah rata-rata Rp450 ribu. Lebih tinggi dibanding panen Rendeng kemarin. Malah saya pernah ada yang minta Rp470 ribu per kwintal. Tapi rata-rata mah di angka Rp450 ribu, itu paling kecil,” katanya.

Dia mengaku, dengan harga di kisaran tersebut sedikit lebih menguntungkan, meskipun tidak besar paling tidak ada keuntungan yang didapat selama mengolah lahan sawah pada musim ketiga ini

“Ya alhamdulillah, bisa dikatakan ada upahnya lah untuk ngolah lahan sawah musim sekarang ini. Kegantian modal yang dikeluarin kemarin,” jelas dia.

Menurut pengalamannya, harga tersebut masih memungkinkan untuk mengalami kenaikan yang biasanya angka tertinggi pada bulan Oktober sampai November hingga Rp.500ribu karena bulan tersebut adalah musim peceklik

“Makanya kalau yang nggak ada kebutuhan mah, banyak yang nyimpen buat dilepas bulan Oktober November itu. Kalau saya mah, karena memang butuh, ya udah, dilepas sekarang aja,” lanjut Iprosin.

Sapirudin, petani asal Desa Jatitutuh mengiyakan bila rata-rata harga gabah kering di daerahnya diangka Rp. 450ribu per kwintal. Harga tersebut mengalami penurunan dibanding musim panen tahun lalu di periode yang sama.

“Harga gabah kering untuk saat ini Rp450 ribu per kwintal. Anjlok, karena taun kemaren mencapai Rp600 ribu per kwintal. Tapi biasanya di bulan Oktober sampai Desembar akan naik. Mudah-mudahan ada di angka Rp700 per kwintal. Tahun kemarin mah, puncaknya tetap di angka Rp600 per kwintal,” jelas dia.

Ia mengakui harga gabah di hasil panen musim ketiga cukup memuaskan, namun jika melihat modalnya masih belum tertutup.

“Permasalahan petani adalah masih didominasi soal pupuk yang mahal. Karena kalaupun pupuk subsidi ada, terbatas atau susah didapat. Terus, di kami ini masih kurang baiknya sistem irigasi,” jelas dia.

“Jadi, dengan harga segitu, kami mah alhamdulillah. Tapi kalau lihat perjuangan sejak tanam sampai panen, ya nanti alhamdulillahnya bisa berkurang. Jadi, disyukuri aja, alhamdulillah harganya lagi segitu,” lanjut dia. (girbok/idx)

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings

    DIY Targetkan 70 Persen Warganya Sudah Tervaksinasi Akhir Oktober

    PPKM Akan Diputuskan Malam Ini; Akan Ada Penyesuaian