in

JOGJA COFFEE WEEK, Kompetisi KOPI Terbaik Nusantara

Yogyakarta | KOPI merupakan komoditas strategis nasional saat ini. Masih ingat dibenak kita beberapa waktu lalu bahwa Indonesia akan (isunya) melakukan barter dengan Rusia untuk pembelian pesawat tempur Sukhoi dengan beberapa komoditi dan salah satunya adalah kopi. Atau lebih lama lagi pada saat masa penjajahan Belanda, dimana VOC sebagai perusahaan dagang menjadi pengekspor utama kopi dunia dan berasal dari Indonesia. Bahkan efek dari kuatnya brand kopi yang disebar VOC dari hindia belanda ke seluruh dunia, bila kita melihat pada kamus Bahasa Inggris JAVA yang berarti KOPI. Pada saat itu kopi dari pulau Jawa merupakan kopi terbanyak yang tersebar di seluruh dunia.

Namun, sejak kemerdekaan Indonesia ekspor kopi terus mengalami penurunan yang cukup signifikan dan bahkan Indonesia turun menjadi negara terbesar ke 4 (empat) dalam mengekspor kopi dunia kalah dengan Vietnam. Menurut data statistic ekspor kopi Indonesia mengalami pasang surut, dan sulit sekali produksi kopi Indonesia bisa tembus 3 (tiga) besar dunia. Sebagai perbandingan, pada tahun 2021 Indonesia hanya mampu mengekspor kopi sebanyak 380 ribu ton (naik 1,6% dari tahun 2020), sedangkan Vietnam mampu membukukan ekspor kopi sebanyak 1,1 juta ton (turun 8,7% dari tahun 2020).

Walaupun Indonesia secara peringkat ekspor mengalami penurunan, ternyata kebutuhan domestic akan kopi mengalami peningkatan yang sangat pesat. Dan ini di akui oleh Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) bahwa salah satu factor turunnya nilai ekspor kopi Indonesia efek dari meningkatnya permintaan dalam negeri. Selain itu, Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) menjelaskan bahwa secara kuantitas ekspor kopi Indonesia memang masih kalah dengan negara tetangga, tapi secara kualitas kopi Indonesia merupakan salah satu ckopi dengan cita rasa terbaik. Dan ini terbukti dimana Indonesia selalu menjadi ungglan dalam program lelang kopi di Amerika Serikat.

Bapak Wisnu Birowo sebagai founder Komunitas Kopi Nusantara menjelaskan bahwa untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas perkopian nasional, maka perlu adanya komitmen Bersama seluruh stakeholder kopi dan pemerintah selaku regulator. Banyak factor yang harus dibenahi Bersama, mulai dari edukasi petani, pengolahan budi daya tanam, distribusi, bahkan hingga market. Inilah yang menjadi dasar Komunitas Kopi Nusantara bekerja sama dengan Medialink Internasional mengadakan acara JOGJA COFFEE WEEK (JCW) 2-6 September 2022 di Jogja Expo Centre (JEC).

Salah satu rangkaian acara JCW #2 ini adalah KOMPETISI KOPI TERBAIK NUSANTARA dengan skala nasional. Pada dasarnya kompetisi ini memberikan wadah kepada petani untuk tampil dan memberikan hasil panen kopi yang terbaik untuk mendapatkan nilai (price) yang terbaik. Selama ini, rantai kopi pada bagian hulu (petani, prosesor, kelompok tani, koperasi tani, dll) sangat jarang diberikan ruang untuk tampil dan menunjukan hasil karya terbaiknya.

Diharapkan dengan kegiatan ini, JCW mampu menjadi pintu pembuka market dan distribusi hasil panen kopi petani yang selama ini menjadi kendala terbesar. Selain itu, dengan adanya kegiatan ini kita akan melakukan edukasi kepada seluruh stakeholder kopi bagaimana pentingnya akan nilai kualitas, konsistensi, berkesinambungan, dan integritas. Sehingga para pelaku kopi bagian hulu akan terus bersemangat dan meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen kopinya.

Kompetisi Kopi Terbaik Nusantara ini akan menghadirkan para juri yang sangat kompeten dibidang perkopian. Juri-juri yang dihadirkan semua berlisensi Q grader atau personal yang memiliki sertifikasi untuk menilai kualitas kopi. Dan Komunitas Kopi Nusantara akan transparan dalam penilaian, sehingga kredibilatsnya dapat dipertanggungjawabkan. Adapun kategori yang dilombakan sebagai berikut : kopi robusta dry process (natural/honey), arabika dry process (natural/honey), dan arabika wash process (semiwah/fullwash) yang berstandar SNI biji kopi 01-2907-2008.

Untuk para pelaku kopi yang ingin mengikuti kompetisi ini dapat menghubungi panitia via telp/wa 081390359454 atas nama arkano. Sedangkan waktu pendaftaran hingga tanggal 2 Agustus 2022 (sampel biji kopi diterima panitia). Untuk penjurian penyisihan pada tanggal 15-20 Agustus 2022, dan final pada saat berlangsungnya JCW#2 tanggal 2-6 September 2022 di JEC Jogjakarta. Selain memperebutkan tropi kopi terbaik dan uang pembinaan, untuk 12 kopi terbaik yang memiliki skor minimal 85 akan dibawa ke Australia untuk dipresentasikan serta ditawarkan kepada buyer kopi di Australia.

Salam dan jaya kopi nusantara
Koordinator Kompetisi Kopi Terbaik Nusantara
Elka lesmono. (Rls)

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

GIPHY App Key not set. Please check settings

    JCI Indonesia, Para Pemimpin dan Pemuda Kreatif dari Beragam Pekerjaan

    IKDKI Adakan Webinar “Pengembangan & Penguatan Kurikulum MBKM”