in

IKDKI Adakan Webinar “Pengembangan & Penguatan Kurikulum MBKM”

Yogyakarta | Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) adalah program yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang bertujuan mendorong mahasiswa untu menguasai berbagai keilmuan untuk bekal memasuki dunia kerja.

Melalui kebijakan ini, Kampus Merdeka memberikan kesempatan kepada mahasiswa memilih mata kuliah yang akan mereka ambil.

Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengambil mata kuliah di luar program studi pada perguruan tinggi yang sama; mengambil mata kuliah pada program studi yang sama di perguruan tinggi yang berbeda; mengambil mata kuliah pada program studi yang berbeda di perguruan tinggi yang berbeda; dan/atau pembelajaran di luar perguruan tinggi.

Bentuk kegiatan pembelajaran sesuai dengan Permendikbud No 3 Tahun 2020 Pasal 15 ayat 1 dapat dilakukan di dalam Program Studi dan di luar Program Studi. Kegiatan pembelajaran MBKM meliputi: (1) Pertukuran pelajar/mahasiswa. (2) Magang/praktik kerja, (3) Asistensi mengajar. (4) Proyek di desa. (5) Penelitian/riset. (6) Kegiatan wirausaha. (7) Studi/proyek independen. (8) Proyek kemanusiaan.

Implementasi program MBKM diperlukan kurikulum MBKM. Berkaitan dengan pengembangan kurikulum tersebut, maka Pengurus Cabang Ikatan Dosen Katolik Indonesia (IKDKI) Yogyakarta bekerjasama dengan Pengurus Pusat IKDKI menyelenggarakan webinar dengan topik “Pengembangan & Penguatan Kurikulum MBKM” (Jumat, 24/06/22).

Prof. Dr. Agustinus Purna Irawan, Ketua Umum PP IKDKI

Selaku narasumber adalah Prof. Dr. Agustinus Purna Irawan (Rektor Universitas Tarumanagara/UNTAR Jakarta/Ketua Umum PP IKDKI), Romo Dr. B. Agus Rukiyanto, SJ (Dosen Universitas Sanata Dharma/USD Yogyakarta) dan Yohanes Priadi Wibisono, ST, MM (Dosen Universitas Atma Jaya Yogyakarta/UAJY). Moderator dalam webinar tersebut Clara Hetty Primasari, SC., M.CS (Dosen Universitas Atma Jaya Yogyakarta/UAJY).

“Pentingnya implementasi kurikulum MBKM adalah untuk menciptakan generasi unggul dan kompeten”, tegas Rektor UNTAR. Di samping itu, implementasi kurikulum tersebut untuk mempersiapkan generasi emas pada tahun 2045.

Menurut Agustinus, implementasi kurikulum MBKM yang baik dan benar dapat menghasilkan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi (PT) yang optimal. Untuk itu diperlukan sinergi dan kolaborasi antara PT dengan pemangku kepentingan (penta helix) yaitu Pemerintah, Dunia Usaha/Industri, Asosiasi Profesi, Komunitas Masyarakat dan Media Massa.

Selanjutnya Romo Rukiyanto menjelaskan implementasi kurikulum MBKM di Prodi Pendidikan Agama Katolik USD.

“Kami sementara menerapkan 2 kegiatan pembelajaran MBKM yaitu Asistensi Mengajar dan Magang di Paroki”, jelas Kaprodi Pendidikan Agama Katolik USD.

Secara bertahap nantinya implementasi pembelajaran MBKM secara lengkap yaitu 8 kegiatan pembelajaran MBKM.

“Penerapan kurikulum MBKM diterapkan untuk mengurangi kesenjangan (gap) antara kurikukulum PT dengan kebutuhan dunia usaha/industri”, jelas Priadi yang juga Kaprodi Sistem Informasi FTI UAJY.

Tahapan atau langkah untuk menuju impelemntasi kurikulum MBKM harus disusun matakuliah capstone yaitu matakuliah puncak yang menggambarkan seluruh kompetensi mahasiswa berdasarjkan matakuliah yang dipelajari selama kuliah.

Webinar dikuti oleh 100 peserta anggota IKDKI dari seluruh Indonesi. Juga hadir peserta dosen bukan anggota IKDKI dari berbagai PT di tanah air. “Acara webinar ini merupakan acara perdana dari IKDKI Cabang Yogyakarta”, jelas Dr. Y. Sri Susilo (Humas Panitia Webinar) dan juga Wakil Sekretaris IKDKI Cabang Yogyakarta.

Menurut Susilo, IKDKI Cabang Yogyakarta akan menyelenggarakan kegiatan akademik setiap 3 bulan sekali dalam bentuk diskusi, seminar dan riset. (Rilis)

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

GIPHY App Key not set. Please check settings

    JOGJA COFFEE WEEK, Kompetisi KOPI Terbaik Nusantara

    Diskusi Terbatas Komunitas GoWes Angkat UMKM & Digitalisasi