in

JCI Indonesia, Para Pemimpin dan Pemuda Kreatif dari Beragam Pekerjaan

Indonesia telah ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Junior Chamber International (JCI) Asia Pacific Conference (ASPAC) 2023 di Jakarta selama 4 hari dari tanggal 7-10 Juni 2023. (foto/IST)

Depok | JCI adalah organisasi kepemudaan Internasional terbesar di dunia yang didirikan di St. Louis, Missouri, Amerika Serikat pada tanggal 13 Oktober 1915, anggotanya adalah para pemuda berusia 18 – 40 tahun, memiliki alumni lebih dari 2 juta orang dan tersebar lebih dari 115 negara di seluruh dunia termasuk Indonesia. Di tahun 2019, kami mendapatkan JCI World President pertama dari Indonesia yaitu Alexander Tio.

Tokoh pemimpin dunia yang pada masa mudanya adalah anggota JCI, diantaranya  Kofi Annan (Sekjen PBB), Jacques Chirac  (Mantan Presiden Perancis), Hugo Banzer (Mantan Presiden Bolivia),  Bill Clinton (Mantan Presiden Amerika Serikat), Al Gore (Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat), Yasuhiro Nakasone (Mantan PM Jepang), Keizo Obuchi  (Mantan PM Jepang), Taro Aso (Mantan PM Jepang), Pangeran Albert II (Pemimpin Monaco), Poul Schlüter (Mantan PM Denmark), Joseph Estrada (Mantan Presiden Philipina), Michel Hansenne  (Dirjen ILO Belgia) dan lainnya.

JCI merupakan wadah global yang menyediakan peluang  pengembangan dan pembentukan kapabilitas generasi muda untuk menjadi pemimpin global yang melayani dengan memberdayakan orang-orang muda melakukan perubahan positif yang bermanfaat bagi diri sendiri, lingkungan masyarakat, bangsa dan negara melalui beragam program kegiatan langsung di tengah masyarakat.

“Visi JCI adalah To provide development opportunities that empower young people to create positive change’, dengan misi ‘To be the leading global network of young active citizens’,” ucap Aldo yang merupakan Presiden JCI Asia Pacific Senate Presiden 2022-2023.

Anggota JCI adalah para pemimpin dan pemuda kreatif dan tangguh dengan latar belakang pekerjaan yang beragam. Para anggota JCI berusaha mengembangkan diri dengan menggali keterampilan-keterampilan baru sekaligus memberikan kontribusi kepada masyarakat, meletakkan dasar-dasar baru, dan mengembangkan berbagai jenis usaha yang baru serta membangun jaringan sosial.

Dikatakan, sebagai organisasi nirlaba yang menjunjung nilai persaudaraan dan perdamaian dunia, JCI menyambut dengan gembira anggota-anggota baru dari berbagai latar belakang, siapapun yang ingin menjadi pemimpin yang lebih baik di bidang apapun, tanpa melihat ras, warna kulit, jenis kelamin, agama maupun ideologi politik yang dimiliki.

JCI Indonesia sendiri telah berinteraksi dan mengembangkan afiliasi JCI sejak tahun 1970-an. Tapi setelah vakum beberapa tahun, JCI Indonesia berhasil diaktifkan kembali tahun 1988 melalui HIPMI di bawah kepemimpinan Bapak Sharif Cicip Sutarjo yang merupakan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia yang ke-6.

JCI Indonesia telah mengembangkan sayap organisasi ke kurang lebih 20 kota dan provinsi di Indonesia diantaranya JCI Jakarta, JCI Jayakarta, JCI Medan, JCI Batavia, JCI East Java, JCI Central Java, JCI Bali, JCI Kaltim, JCI Femme dan lainnya. JCI juga memberikan penghargaan kepada orang muda berprestasi setiap tahunnya yang disebut The Outstanding Young Person (TOYP) dan dari Indonesia pernah diraih oleh Bapak Aburizal Bakrie pada tahun 1986 dan Kak Seto (Seto Mulyadi) pada tahun 1987. Di Indonesia sendiri, JCI mengembangkan gerakan “Indonesia Goes Global” yang bertujuan mendorong kaum muda Indonesia untuk aktif tampil dan mewarnai globalisasi.

Saat ini JCI Indonesia dipimpin oleh Gaudi Agathon yang terpilih pada Konvensi 2021 lalu sebagai ketua nasional tahun 2022 (National President) JCI Indonesia. Dalam masa kepemimpinannya, Gaudi Agathon didukung oleh jajaran kepengurusannya yaitu Muliandy Nasution (Immediate Past President), Felix Soesanto (Deputy President), Aki Pratomodono (Secretary General), Andi Maipa Dewandaru (General Legal Counsel), Dicky Cahyadi Nurhalim (Treasurer), Victor Oscar, Taufan Dante, M. Adib Fikri, Danny Wiryanto  (Executive President) serta Budiman Kusmanto, Gde Brawiswara Putra, Marekso Mukhlys, Dea Murty, Steven Guntur, Budiono Lie dan Edgar Terutung (Vice President) yang juga hadir pada hari ini.

Salah satu program yang dilaksanakan oleh JCI Indonesia di tahun ini adalah gerakan WFA (Walk For Autism), World Clean Up Day, TOYP, Debating & Public Speaking Competition yang pemenangnya akan mewakili JCI Indonesia pada tingkat kompetisi Asia Pasifik. Dalam sistem berorganisasi JCI diakui adanya Senatorship, yaitu berupa penghargaan dan keanggotaan seumur hidup yang diberikan sebagai pengakuan khusus kepada mereka yang memiliki prestasi kepemimpinan dan telah memberikan kontribusi luar biasa sebagai pembuat perubahan positif bagi masyarakat umumnya dan atas kontribusinya yang besar terhadap organisasi, menjadi “JCI Senator”.

Termasuk diantaranya adalah Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo, atas kontribusinya yang besar selaku salah satu pendiri JCI Solo pada saat beliau masih menjabat sebagai Wali Kota Solo. JCI sendiri sudah menghasilkan banyak kader pemimpin yang duduk di pemerintahan seperti di Legislatif, Eksekutif serta lembaga2 seperti, KPPU, BNSP, Kadin, dan banyak pemimpin di sektor ekonomi. (rls)

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

GIPHY App Key not set. Please check settings

    Krista Exhibition Gelar Surabaya Printing Expo 2022, Hadirkan Berbagai Teknologi Percetakan

    JOGJA COFFEE WEEK, Kompetisi KOPI Terbaik Nusantara