in

Ada Lagi, Pensiunan Polisi Gagal Vaksin Karena NIK Ganda

Ilustrasi NIK Ganda. (Foto/ist)

Bogor | Setelah kejadian di Bekasi dan Jakarta, kini kabar dari Bogor mengenai terjadinya NIK ganda, kali ini dialami oleh pensiunan polisi.

Siswandi (58), seorang pensiunan Polri di Bogor gagal vaksin gegara identitasnya digunakan atas nama orang lain.

Siswandi merupakan pensiunan Polresta Bogor Kota yang terakhir bertugas di Reserse Narkoba yang tinggal di perumahan Griya Salak Asri, Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

“Saya pensiunan Polri, saya belum vaksin. Saya juga kan mau terjaga dari virus. Khawatir juga kalau belum divaksin, bahaya penyakit sama susah kan bepergian kemana-mana kalau nggak ada sertifikat vaksin,” kata Siswandi, Kamis (5/8/2021). dilansir dari detik.com

Ia mengaku sudah empat kali mencoba daftar ikut vaksinasi dilokasi yang berbeda-beda, namun hasilnya tetap sama bahwa NIKnya sudah pernah terdaftar sebagai nama orang yang berbeda dan sudah menjalani vaksinasi.

“Saya sudah coba kemana-mana, nggak satu tempat. Saya coba ke Puskesmas, ke kantor desa, ke Lapangan Pakansari. Tapi pas mau daftar, ternyata NIK saya selalu atas nama orang lain,” ucap Siswandi.

“Ini gimana bisa ada NIK ganda begini. Saya sih pengennya ini jelas, saya bisa ikut vaksinasi, dan orang yang NIK-nya yang sama dengan saya juga tidak ada masalah ketika vaksinasi,” imbuhnya.

Ketua RT di tempat Siswandi tinggal, Wildan Hidayat mengakui bahwa NIK yang dimiliki Siswandi, juga dimiliki oleh orang atas nama Sudarno warga Babakan Lio, Bogor. KTP yang dimiliki Siswandi dikeluarkan oleh Diadukcapil Kabupaten Bogor.

“Iya betul itu, NIK Pak Siswandi ternyata ganda. Artinya satu NIK tapi pemiliknya dua orang berbeda. Satu atas nama Siswandi, warga saya dan satu lagi atas nama Sudarno warga Babakan Lio, Bogor,” kata Wildan

“Pak Siswandi ini memang pensiunan Polri, terakhir di Polresta Bogor, bagian Narkoba. Pak Siswandi ini memang warga sini, sudah lama dia di sini, ada sekitar 20 tahun,” ujar Wildan. (girbok/detik.com)

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings

    Lima Pasar Tradisional Di Yogyakarta Dibuka Kembali

    Hasil Penyelidikan Dugaan Potongan Bansos Di Kelurahan Beji