in

Pengusaha Laundry Di Depok, Buka Warung Nasi, Bayar Seikhlasnya

Ian Anwar dan istri, Lia berdiri di depan warung di kompleks Perumahan Pondok Sukmajaya Permai Depok, Jawa Barat pada Kamis (12/8/2021). (foto/tribunnews)

Depok | Situasi pandemi Covid 19 saat sekarang ini tidak menyurutkan orang untuk semangat berbagi untuk meringankan beban yang terdampak..

Melihat kondisi sekarang, an Anwar (39) dan istri, Lia Purwandani (38) tergerak membuat aksi sosial dengan membuka warung nasi ikhlas di Depok, Jawa Barat. 

Berlokasi di Perumahan Pondok Sukmajaya Permai Depok, Jawa Barat, di sebuah kios kecilnya ia memasang etalase makanan bertuliskan “Warung Ikhlas”. Di bawahnya bertuliskan “Bayar Seikhlasnya” dan tidak mematok harga bagi siapa saja yang hendak datang.

Ia membuat program ini terinspirasi ketika ia melihat seorang ojek online yang hendak makan di warung nasi, tapi driver itu takut karena uang yang dipegangnya sedikit. Kejadian itu terbawa sampai mimpi.

Aneka lauk yang tersaji di dalam etalase Warung Ikhlas pada Kamis (12/8/2021).
Aneka lauk yang tersaji di dalam etalase Warung Ikhlas pada Kamis (12/8/2021). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

“Saya sampai kebawa mimpi. Saya bangun pagi kok hati saya ada yang ngeganjel. Saya merenung jam 7 pagi. Akhirnya hari itu juga saya putusin untuk membuka warung Ikhlas,” ungkapnya, Kamis (12/8).

Meskipun bisnisnya sedang tidak berjalan mulus namun jiwa sosialnya memberontak lalu ia buat program ini secara dadakan. Pada hari itu juga ia langsung mencari etalase warung dan bahan-bahan pangan untuk diolah yang dananya semua dari kocek pribadinya.

Pada keesokan harinya pada Jumat, (6/8), Warung Ikhlas siap melayani warga. Etalase warung ia tempatkan didepan kios laundry miliknya yang kini sedang sepi orderan karena pandemi

Keesokan harinya pada Jumat (6/8/2021), Warung Ikhlas pun sudah siap melayani warga. 

Setiap hari jumat, ia menggratiskan makanannya untuk warga yang datang, sedangkan Senin dan Kamis bayar seikhlasnya.

Ian menargetkan nasi kotak bagi warga menengah ke bawah yang benar-benar terdampak pandemi di antaranya ojek online, pedagang kecil dan pengangguran. 

Ia membuka warung ini hanya dua jam saja agar warung makan sebelah mereka tidak merasa tersaingi dengan program bayar seikhlasnya ini

“Karena ada yang jualan warteg di sekitar sini. Kasihan kalau saya masih buka sampai sore takutnya langganan mereka lari ke sini semua,” tambahnya. 

Dalam sehari, sekitar 30 sampai 40 orang datang ke warung itu. Mereka lalu memasukkan uang seikhlasnya ke dalam kotak kardus yang disediakan di dekat warung. Ia pun hanya membuat program berbagi gratis hanya hari jumat saja, karena agar melatih warga untuk tetap berusaha.

“Kalau saya kasih gratis terus, takutnya beberapa orang berpikir enggak mau kerja, akhirnya jadi males. Saya enggak mau seperti itu. Setidaknya dia bayar agar terlihat usahanya mencari uang,” tambahnya. 

Dengan adanya program ini banyak donatur yang ikut menyumbang karena banyak yang mengenal program ini melalui aku sosial media.

“Alhamdulilah ada yang direct message (dm) ke saya mau kasih donasi. Minggu depan malah ada yang mau nyumbang sayur-sayuran dan bahan pangan lain. Tapi, bukan berarti saya hanya mengandalkan donatur. Sebagian lain juga dari uang pribadi saya sendiri,” pungkasnya. (girbok)

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings

    Ternyata Orang Nigeria Doyan Banget Indomie, Ini Faktanya

    Program Jumat Berkah Ala Emak-emak Di Jember