in

“Aku Nyerah Pakdeh”, “Okelah 3 Periode, Hehehe….”, Cuma Bertahan Sehari

Mural sosok Jokowi di sebuah tembok di Jalan Kebagusan Raya, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Selasa (31/8/2021) siang.(foto:kompas.com)

Jakarta | Beredar mural mirip Presiden Joko Widodo yang sempat terpampang di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, nasibnya hanya seumur jagung.

Mural yang berada di sebuah tembok di Jalan Kebagusan Raya sudah dibersihkan dan ditiban cat berwana putih.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menanggapi mural yang sempat viral tersebut, dengan mempersilakan warganya membuat mural sebagai bentuk kreativitas asalkan tetap memperhatikan norma-norma yang berlaku.

“Kami minta masyarakat silakan berkreasi dan berinovasi kreatif semua melakukan mural, gravity, coretan, sejauh itu dilakukan di tempat yang baik, tidak mengganggu, isinya positif, konstruktif, kami bisa memahami,” ucapnya, Kamis (2/9/2021).

Ariza mengatakan, selama seni jalanan itu dibuat dengan menampilkan pesan-pesan positif yang membangun tidak akan dihapus oleh pihak yang merasa tersindir, apalagi dibuat di tempat umum yang dilarang.

Ariza bilang, selama seni jalanan itu dibuat dengan menampilkan pesan-pesan positif yang membangun, ia yakin mural tersebut tidak akan dihapus oleh pihak yang merasa tersindir.

“Jangan dibuat yang bersifat tidak baik, jangan buat ajakan yang tidak baik, yang tendensius, yang melanggar aturan dan ketentuan,” ujarnya di Balai Kota.

Orang nomor dua di DKI Jakarta ini menegaskan bahwa pemerintah tidak anti kritik, namun kritik tersebut bisa disampaikan melalui wakil-wakil rakyat yang duduk di DPRD atau DPR RI. Ia menghormati kreativitas generasi muda, hanya disarankan mural yang isinya konstruktif

“Pemerintah tidak anti kritik, silakan ini negara demokrasi, negara hukum. Sejauh tidak melanggar ketentuan hukum silakan saja, masing-masing yang berbuat harus tahu batasannya,” tuturnya.

Mural sosok Jokowi di sebuah tembok di Jalan Kebagusan Raya, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Selasa (31/8/2021) siang. Mural tersebut menyindir wacana Jokowi untuk maju menjadi presiden tiga periode.
Mural sosok Jokowi di sebuah tembok di Jalan Kebagusan Raya, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Selasa (31/8/2021) siang. Mural tersebut menyindir wacana Jokowi untuk maju menjadi presiden tiga periode. (KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO)

Mural yang digambarkan sosok mirip Jokowi berbaju hitam bertuliskan “11 T” ini sedang tersenyum serta mengacungkan jempol. Di sisi dekat kepala juga ada tulisan seolah-olah sedang mengatakan, “Okelah 3 Periode HEHEHE…”

Sementara dekat leher Jokowi ada tulisan “#IndonesiaWajibOK , nggak oke…? BORGOL” Di sisi kiri Jokowi ada tulisan “AKU NYERAH PAKDEH”. Kemudian di sisi kanan Jokowi ada tulisan di dua blok tembok “MIKIRIN RAKYAT SAMPAI KURRUS”.

Mural ini terlihat pada Senin, 30 Agustus 2021, namun keesokannya, Selasa 31 Agustus 2021, pukul 21.30 mural tersebut sudah lenyap

Warga yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan penghapusan mural mirip Jokowi diketahui dilakukan oleh empat orang berpakaian sipil pada sekitar pukul 20.30, belum diketahui secara pasti siapa yang menghapus mural tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kelurahan Jagakarsa, Gortap mengaku tidak mengetahui siapa yang menghapus mural tersebut, bahkan telah mengecek ke lokasi tersebut dan sepi.

“Ini sudah kita tanya sama teman-teman baik di kecamatan maupun kelurahan, enggak ada giat penghapusan (mural) di lokasi,” ujar Gortap saat dihubungi, Selasa (31/8/2021) malam.

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

GIPHY App Key not set. Please check settings

    Rencana Wifi PJJ Di 1.565 Titik Di Kota Depok Diperpanjang

    Banyak Mural Dihapus, Ridwan Kamil : Jangan Baper