in

Investor Bursa di Yogyakarta Meningkat Tajam

Yogyakarta | Jumlah investor pasar modal di Yogyakarta terhitung dari Juli 2021 mencapat 93.373 investor atau bertambah 2.187 investor dari bulan sebelumnya.

”Walau terdampak pandemi Covid-19, jumlah investor di DIY mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” kata Kepala Kantor Perwakilan BEI DIY, Irfan Noor Riza di Yogyakarta, Minggu, 22 Agustus 2021, dilansir dari neraca.co.id

Rata-rata peningkatan jumlah investor di DIY mencapai 3.845 investor perbulannya terhitung dari Januari hingga Juni 2021. Tren peningkatan tersebut dibandingkan periode yang sama pada 2020 hanya naik sebesar 793 investor perbulan

Menurutnya, situasi pandemi saat ini tidak menyurutkan minat investor untuk bertransaksi di pasar modal. Data di BEI DIY mencatat, transaksi pasar modal di daerah ini mengalami peningkatan hingga mencapat Rp.5,2 Triliun perbulan.

Irfan optimis, minat masyarakat DIY untuk berinvestasi di pasar modal terus meningkat seiring dengan inovasi beragam program edukasi yang digencarkan oleh BEI DIY.

”Kami optimistis pertumbuhannya akan lebih meningkat lagi, dan InsyaAllah target kami jumlah investor di DIY di akhir 2021 nanti bisa mencapai 102.000 investor,” kata dia.

Pemberlakuan PPKM Level 4 yang diperpanjang hingga 23 Agustus 2021, menurutnya, tidak banyak berpengaruh terhadap pasar modal di Indonesia.

”Ini tentunya merupakan angin segar dan harapan bagi investor, bahwa tidak akan lama lagi PPKM akan dilepas karena kasus Covid-19 sudah mulai turun dan ini akan menjadi sebuah sentimen positif,” ujar Irfan.

BEI pun memperkirakan perdagangan saham di pasar, tahun ini, akan mengalami peningkatan pesat. ahkan berdasarkan proyeksi BEI tingkat kepercayaan pelaku pasar akan terkerek meningkat tajam dibandingkan tahun lalu hingga level 6.800 sampai 7.000 pada akhir Desember 2021 mendatang.

Pandemi sendiri juga menjadi berkah karena membuat masyarakat tersadar arti pentingnya berinvestasi khususnya berinvestasi di pasar modal. Selain itu, masyarakat mempunyai banyak waktu untuk belajar berinvestasi seiring dengan protokol-protokol yang diberlakukan misal, PSBB dan WFH.

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

GIPHY App Key not set. Please check settings

    Ekonomi Yogyakarta Tumbuh 11,8 Persen, Benarkah?

    Ada Lontong Kikil Di Yogyakarta, Belum Buka Sudah Antre, Cobain Yuk