in

Komunitas Kopi Nusantara, Merajut Insan Perkopian

Yogyakarta | Ngopi saat ini menjadi istilah yang sudah trend bagi setiap kalangan, tidak hanya orangtua namun ke anak muda sekalipun.

Berbagai cerita, diskusi dari hal ringan hingga berat biasa dilakukan sambil ngopi, baik dilakukan dirumah maupun di warkop atau cafe-cafe.

Seiring waktu berjalan terciptalah berbagai komunitas-komunitas hingga asosiasi mengenai perkopian.

Pinggirtembok.com menemui salah satu penggagas event Jogja Coffee Week disela-sela waktu kegiatan, Wisnu Wibowo yang juga merupakan Ketua dari Komunitas Kopi Nusantara di Joga Expo Center, Yogyakarta, Minggu, 4 September 2022

Ia mendirikan warung kopi pada tahun 2009 sebagai tempat berkumpulnya para pecinta kopi dengan konsep yang sangat sederhana, yaitu sebagai tempat diskusi mengenai kopi.

Seiring waktu terus berjalan, warung kopi yang diberi nama Sari Kopi yang terletak di Yogyakarta ini dikunjungi oleh pecinta kopi baik mulai dari petani hingga pengusaha kopi dari seluruh Indonesia

Karena sering kumpul dan ngopi bareng, tercetuslah ide untuk membuat Komunitas Kopi Nusantara sebagai wadah para pecinta dan penggiat kopi dari seluruh nusantara. Selain itu, untuk memperkenalkan hasil kopi olahan, brand hingga daerah mereka sebagai penghasil kopi.

Komunitas kopi nusantara ini pun menggelar kegiatan-kegiatan yang lumayan besar untuk memperkenalkan kopi asli dari nusantara.

Berbagai event kopi diselenggarakan oleh Komunitas Kopi Nusantara. Salah satu pagelaran kopi yang lumayan besar saat diadakan di Malioboro Yogyakarta pada tahun 2017.

“Kita bikin di Malioboro waktu itu dibantu sama pak Wali Kota Jogja, pada waktu itu dikasih tempat di Malioboro bikin acara,” ungkap Wisnu

Tak berhenti disitu, Komunitas Kopi Nusantara menggelar event-event akbar lainnya seperti, Ngopi Bareng KAI, kemudian menggelar di berbagai daerah salah satunya ada Malioboro Coffee Night, Bandung Coffee Night, Pasar Rasuna Jakarta, Malang Coffee Etnic, dll.

Tahun 2019 Komunitas Kopi Nusantara bekerjasama dengan Medialink untuk membuat suatu acara berskala nasional yang dikenal dengan Jogja Coffee Week. Rencananya waktu itu akan diselenggarkan setahun sekali, namun terhenti karena adanya pandemi di akhir tahun 2019.

Ngobrol santai dengan Wisnu Wibowo di sebelah booth pembelian tiket masuk JCW #2. (Ft/prada)

“Alhamdulillah sukses waktu itu, walaupun ngemper di luar (teras JEC),” kenang Wisnu saat ngobrol santai dengan memakai kaos putih di sebelah booth pembelian tiket masuk JCW #2

Di tahun 2022 saat situasi mulai mereda KKN (Komunitas Kopi Nusantara) mulai lagi dengan konsep yang lebih besar. KKN memiliki agenda edukasi kepada masyarakat agar mau untuk mengonsumsi kopi lokal yang mempunyai ribuan jenis di Indonesia.

Acara Jogja Coffee Week yang mempunyai tema Indonesia Coffee Showcase ini bertujuan untuk menciptakan suatu ekosistem yang baik di industri kopi, mengenalkan potensi petani hingga pengusaha kopi. Tak hanya soal kopi namun mempertemukan juga dengan industri-industri lainnya yang berkaitan dengan kopi, yakni permesinan kopi, aksesoris, manajemen pergudangannya dan lainnya.

“Jangka panjang dari acara Jogja Coffee Week ini adalah bagaimana cara untuk membangun ekosistem kopi dari hulu hingga hilirnya,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat, KKN akan mengadakan event yang berkaitan dengan Hari Kopi pada tanggal 2 Oktober 2022 serentak di beberapa kota di Indonesia. “KKN mempunyai sekitar 24 Korwil dari berbagai kota, dengan tujuan untuk mempermudah apabila akan menyelenggarakan event kegiatan seperti ini,” ujar pria yang menyukai kopi robusta ini.

Ia mengungkapkan, kopi di Indonesia sudah menjadi bagian hidup dan kebutuhan bukan lagi sekedar lifestyle. Meskipun, saat ini masyarakat Indonesia meminum kopi rata-rata 4 cup perhari lebih rendah dari Finlandia yakni 7 cup perhari, apabila budaya minum kopi yang baik maka akan menghidupkan banyak pihak.

“Jauh kedepan, kita memprogandakan bahwa orang Indonesia harus bangga dengan kopinya sendiri, tidak perlu impor. Kalau orang indonesia minum kopi dari daerahnya sendiri, maka yang mendapatkan manfaat pun masyarakat kita sendiri. Bila kopi lokal terkenal hingga internasional yang hidup tidak hanya kopi itu sendiri namun pariwisata juga akan hidup,” tutup Wisnu. (Fdf/girbok)

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

GIPHY App Key not set. Please check settings

    Gowes Dies Natalis UAJY ke-57

    HUT 21 Partai Demokrat dimeriahkan Tanding Volley Antar Warga Umbulharjo