in

Pasar Digital UMKM Indonesia Virtual Expo Batch 2 Digelar, 295 UMKM Ikut Serta

Opening Ceremony Pasar Digital UMKM Indonesia Virtual Expo Batch 2, Senin (6/9/2021). (Foto: Youtube Kementerian BUMN)

Jakarta | Sebagai upaya penggunaan produk dalam negri, Kementerian Badan Usaha BUMN menggelar kembali Pasar Digital UMKM Indonesia Virtual Expo Batch 2 yang diselenggarakan pada tanggal 6 – 20 September 2021 secara virtual.

Pameran tersebut digelar untuk terbentuknya ekosistem antara BUMN dan UMKM ini guna untuk membangun keseimbangan dan pemerataan ekonomi. Sehingga dapat dipastikan ekonomi kelas bawah dapat terbantu dan naik kelas dengan adanya ekosistem tersebut.

Menteri BUMN, Eric Thohir mengungkapkan, program Pasar Digital yang sudah berlangsung hingga tahap kedua ini memberikan dampak positif atas meningkatnya daya jual beli yang melibatkan BUMN dengan UMKM.

Berdasarkan data Kementerian BUMN per 31 Agustus 2021, tercatat total nilai transaksi BUMN dengan UMKM mencapai Rp. 10,9 Triliun. Nilai tersebut melibatkan 10.100 UMKM di seluruh Indonesia dengan 124 ribu transaksi.

PaDi Virtual Ekspo 2021 Batch 2 kali ini diikuti sebanyak 295 UMKM, dengan melibatkan 5.000 buyer group BUMN dari 58 BUMN yang sudah siap untuk melakukan eksplorasi dan transaksi sesuai kebutuhan masing-masing.

Jumlah tersebut mengalami kenaikan peserta sebanyak 51 UMKM dibandikan dengan PaDi Virtual Expo Batch 1 yang terdiri dari 244 UMKM dan 2.000 buyer

Penyelenggaran membagi dalam 8 kategori di antaranya Infrastruktur dan Building MaterialStationery dan Percetakan, Elektronik, Furniture dan Home DecorationAgroFood and Beverage, Produk Kreatif, Pengadaan Sewa dan Perawatan, serta Jasa.

Melalui ajang ini, UMKM selain dapat meningkatkan transaksi produk, juga terdapat kesempatan mendapatkan kemudahan pembiayaan, kepastian pembayaran, dan akses pasar. Apalagi tuntutan zaman mendorong UMKM terus bertransformasi dalam memasarkan produknya.

“Saya optimistis ajang pameran produk UMKM virtual tahap II yang diikuti UMKM binaan mitra pengampu non-BUMN yang bergabung di PaDi ini menjadi salah satu jalan agar mereka bisa naik kelas,” ujar Erick Thohir

Erick menyebut terbentuknya ekosistem antara BUMN dan UMKM ini guna untuk membangun keseimbangan dan pemerataan ekonomi. Sehingga dapat dipastikan ekonomi kelas bawah dapat terbantu dan naik kelas dengan adanya ekosistem tersebut.

“Jika BUMN bisa mencapai profit, UMKM dan rakyat jangan menjadi pailit, mereka juga harus ikut untuk setelah kemudian naik kelas menjadi sejahtera,” kata Erick dalam sambutannya di Pasar Digital (PaDi) UMKM Indonesia Virtual Expo, Senin (6/9/2021).

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings

    UMKM Asal Depok Ikut New York Fashion Week 2022

    Status Covid 19 Jawa Bali Mengalami Perbaikan, PPKM Tetap Dilanjutkan