in

Mau Ekonomi Pulih? Pemerintah Jangan Lama-lama Perpanjang PPKM

Aerial view of arrows upward with Jakarta cityscape background at night time. (123rf/Paulus Rusyanto)

Jakarta | Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira mengusulkan agar pemerintah tidak terlalu lama perpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, 3 dan 2. Menurutnya, perpanjangan PPKM harus diiringi meningkatnya anggaran perlindungan sosial.

“Saya sarankan pemerintah jangan terlalu lama perpanjang PPKM, harusnya dengan waktu yang ada kasus harian covid-19 bisa turun signifikan. Kalau perpanjangan PPKM nya ditambah maka konsekuensinya pemerintah harus berikan anggaran tambahan untuk perlindungan sosial maupun stimulus kepada pelaku usaha terdampak,” kata Bhima, Minggu (22/8), dilansir dari liputan6.com

Anggaran perlindungan sosial saat ini sudah mencapai Rp. 187 Triliun yang setara 1,1 persen PDB, menurutnya jelas sangat rendah.

Ia mengatakan minimun 3-4 persen dari PDB khusus untuk anggaran perlindungan sosial, tentunya tingkat serapan dan akurasi data penerima secara pararel juga diperbaiki.

Menurutnya, perpanjangan PPKM dapat membuat sektor usaha semakin terpuruk dengan jumlah perusahaan yang mengajukan penundaan pembayaran kewajiban utang meningkat, yang pilit pun melonjak

“Perusahaan kalau melihat omset turun sementara sudah tidak ada lagi yang bisa di efisienkan maka opsi nya cuma mem PHK karyawan atau mengajukan proses pailit. Kondisi dipersulit dengan relaksasi kredit yang tidak bisa terus menerus diberikan kepada para debitur,” ujarnya.

Perpanjangan PPKM juga dapat berimbas pada menurunnya daya beli. Bhima mengungkapkan kepercayaan masyarakat untuk berbelanja naik tajam, hal ini ditunjukkan oleh indeks keyakinan konsumen diatas 107,4.

“Saat PPKM berjalan, IKK langsung turun drastis ke 80. Ini artinya masyarakat pesimis terhadap pemulihan ekonomi khususnya pada makin terbatasnya kesempatan kerja. Pendapatan masyarakat yang turun tajam akibatnya adalah orang miskin terus bertambah,” jelasnya.

Oleh karena itu, Bhima mengusulkan lebih baik tidak ada perpanjangan PPKM, sebab jika kegiatan perekonomian dibatasi terus menerus, maka pelaku usaha tidak bisa melakukan aktivitas ekonominya dengan optimal.

“Pelaku usaha dan masyarakat kan sudah 1 bulan lebih diperketat tidak bisa lakukan aktivitas ekonomi secara optimal. Dimohon sekali test, tracing dan vaksinasi nya digencarkan,” pungkasnya.

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings

    Terlalu, Ngeprank Tim Evakuasi Gunung Sindoro, Pria Ini Dapat Sanksi

    Kasus Aktif Covid 19, Jabar Masih Yang Tertinggi, Berikut Datanya