in

Brownies Motif Batik, Jajanan Unik Dan Laku Keras Dijual Online

Brownies motif batik karya Kiki Hapsari,warga Desa Kurung, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten. (Foto:Istimewa)

Klaten | Batik merupakan warisan budaya tak benda berasal dari Indonesia yang diakui oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

UNESCO mengakui batik sebagai warisan budaya Indonesia pada 2 Oktober 2019 yang kemudian Pemerintah Indonesia pun menetapkan sebagai Hari Batik Nasional.

Batik telah dikreasikan dalam berbagai bentuk mulai dari baju, kemeja, celana hingga topeng. Namun, salah satu warga Klaten mempunyai ide kreatif lainnya yaitu kue brownies bermotif batik.

Kiki Hapsari (37) warga Desa Kurung, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten mempunyai ide kreatif lain untuk mengekspresikan kecintaannya terhadap batik, yaitu dalam bentuk kue.

Kiki Hapsari (37) warga Desa Kurung, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten punya ide kreatif dalam membuat kue brownies. Ia mendesain kue tersebut dengan motif batik yang indah.

Kiki Hapsari saat mempraktikan cara membuat brownies bermotif batik di Desa Kurung, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jumat (1/10/2021).
Kiki Hapsari saat mempraktikan cara membuat brownies bermotif batik. (Foto:Isitimewa)

Dilansir dari Tribunjogja, Kiki menceritakan bahwa ia menekuni usaha membuat brownies ini sejak tahun 2015, berawal dari keinginannya yang memang gemar membuat kreasi kuliner.

Sebelumnya, orangtua Kiki, Umi Branti juga sudah memiliki usaha katering yang didirikan sejak tahun 1984

“Ibu saya punya katering. Jadi dari kecil itu saya sudah senang memasak. Kemudian tahun 2015 iseng bikin brownies batik dan akhirnya malah banyak yang suka,” ujar Kiki, Jumat (1/10/2021).

Kiki mengakui bahwa dirinya belajar secara otodidak saat awal mula membuat brownies tersebut, pasalnya, saat itu brownies motif batik merupakan sesuatu yang baru dan belum banyak yang mengkreasikan.

Brownies yang dibuat, lanjut Kiki sama dengan brownies pada umumnya karena berbahan dasar tepung, gula, telur, coklat dan bahan-bahan kue lainnya, yang membuat beda hanya motif batik yang terukir pada permukaan brownies tersebut

“Motif ukiran batik ini bukan terbuat dari cream ya, tapi dari adonan tepung karena kita bikin motif dahulu sebelum dikukus,” paparnya.

Adapun proses pembuatan motif batik, awalnya, Kiki melapisi loyang dengan kertas roti yag telah bermotif batik. Kemudian, kertas bermotif batik itu diukir seperti proses mencanting kain batik.

Kiki Hapsari saat mempraktikan cara membuat brownies bermotif batik di Desa Kurung, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jumat (1/10/2021).
Berbagai brownies batik buatan Kiki. (Foto:Istimewa)

“Untuk masaknya dari awal hingga dikukus sekitar 30 menit. Brownies batik kami ini memiliki tiga lapisan sehingga terasa lebih legit dan empuk,” jelasnya.

Brownies batik buatan Kiki ini dijual dengan harga Rp. 60ribu hingga Rp. 80ribu perpicisnya. Dan diakuinya, brownies buatannya ini cukup diterima oleh pasar, terutama para pecinta brownies

Ia pun memanfaatkan sosial media seperti Instagram untuk pemasarannya, Bahkan, banyak pembelinya berasal dari luar Klaten, seperti Yogyakarta, Solo, Medan hingga Surabaya.

“Kita produksi di rumah di Gang Rebo Kelurahan Gergunung, Klaten Utara. Namun untuk penjualan saat ini memanfaatkan instagram dengan nama brownies batik brantik,” jelasnya.

Pada saat pandemi, Kiki mengungkapkan, penjualan brownies batiknya tidak terlalu mengalami kendala, bahkan cenderung meningkat di sektor online. Dalam sehari ia dapat memproduksi sekitar 20 buah brownies batik tersebut.

“Kemarin pernah juga sampai 100 picis di pesan oleh pelanggan,” jelasnya.

Selain brownies, ia juga memproduksi jenis kue lainnya seperti roll cake dan kue tar yang semuanya dibuat dengan motif batik. Untuk harga berkisar antara Rp60 ribu hingga Rp250 ribu.

“Untuk motif kita ada 20-an ya, itu seperti motif parang khas Jogja dan lainnya,” paparnya.

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings

    KBLI 5 Digit, Dinilai Tidak Praktis Dan Mengganggu

    Langgar Disiplin, Anggota Polisi Bareng Debt Collector Nagih Utang