in

Bopo RK: Pengusaha, “Guru” & “Organisatoris”

Penulis pertama kali  mengenal nama Robby Kusumaharta (selanjutnya disebut Bopo RK) dari media cetak lokal (KR dan Bernas) pada tahun 1990-an. Sebagai salah satu pengusaha di Yogyakarta, Bopo RK sering diminta pendapatnya terkait kondisi bisnis dan ekonomi di level daerah dan nasional. Sampai saat ini, pendapat beliau masih sering dikutip oleh berbagai media cetak dan online yang terbit di Yogyakarta maupun Jakarta.

Secara pribadi penulis mengenal bopo RK pada tahun  2000-an. Pada waktu itu, penulis mengundang beliau sebagai narasumber untuk memberi kuliah umum di Fakultas Bisnis dan Ekonomi UAJY (FBE UAJY). Nomor telpon beliau penulis peroleh mas Ronny Sugiantoro (RSV) redaktur senior di harian KR. Kemudian penulis sering mengundang beliau untuk menjadi narasumber dalam acara kuliah umum, diskusi maupun seminar di forum FBE UAJY maupun ISEI Cabang Yogyakarta. Jika posisi Bopo RK tidak sedang di luar kota/negeri maka menyanggupi undangan dari kami.

Dalam memberikan materi kuliah umum, diskusi maupun  seminar, Bopo RK menggunakan bahasa yang singkat, padat, lugas dan jelas. Hal tersebut juga tercermin dari materi paparan/makalah yang disampaikan juga singkat dan padat. Beliau lebih banyak memberikan kesempatan kepada peserta (audience) untuk aktif bertanya dan berpendapat. Apa yang telah dilakukan Bopo RK tersebut merupakan salah satu ciri dari “guru” yang baik. Sampai saat ini, bahkan di saat puncak pandemi, Bopo RK masih bersedia hadir menjadi narasumber dalam  berbagai forum diskusi terbatas yang diselenggarakan oleh ISEI Cabang Yogyakarta, Bank Indonesia DIY dan OJK DIY. Sampai saat ini, gaya bertutur Bopo RK dalam forum diskusi maupun seminar tidak berubah.

Dalam berorganisasi, saya pribadi banyak belajar dari beliau. Sejak awal tahun 2021, saya diminta Bopo RK untuk membantu beliau di kepengurusan KADIN DIY khususnya di Bidang Organisasi dan Keanggotaan bersama ibu Dian Ariani (Bank BPD DIY) dan mas Tim Apriyanto (Dewan Pendidikan DIY). Pengalaman pribadi menjadi Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta selama 11 tahun ternyata belum cukup untuk mengimbangi “gaya berorganisasi” beliau. Untuk ukuran usia yang mendekati 70 tahun, Bopo RK cukup energik dan dinamis. Bahkan sering kali kami bertiga untuk “mengingatkan” beliau untuk menjaga kondisi badan dan beristirahat dengan waktu yang mencukupi.

Dalam berorganisasi di KADIN DIY, beliau selalu memikirkan anggota dan bukan anggota termasuk pengusaha yang tergolong skala mikro, kecil dan menengah (UMKM). Sebagai contoh, bersama Ketua Umum KADIN DIY beserta pengurus lain, Bopo RK memikirkan program vaksinasi Covid-19 bagi pengusaha dan karyawan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dengan kerja keras, akhirnya KADIN DIY yang didukung Pemda DIY,  Kementerian Kesehatan RI dan beserta pemangku kepentingan dapat melaksanakan program vaksinasi tahap 1 dan tahap 2. Bopo RK selalu mengingatkan bahwa menjadi pengurus harus bersedia menjadi “pelayan” seluruh anggota organisasi.

Sebagai pengusaha salah satu prinsip yang sering disampaikan dalam  berbagai forum adalah setiap pengusaha harus paham dan peduli terhadap 3P (Profit, Planet dan People). Bopo RK sependapat dengan Elkington (1997) melalui bukunya “Cannibals with Forks, the Triple Bottom Line of Twentieth Century Bussiness” perusahaan yang menunjukkan tanggung jawab sosialnya akan memberikan perhatian secara berimbang kepada 3P. Profit artinya peningkatan kualitas perusahaan; People artinya kepedulian terhadap masyarakat, khususnya komunitas sekitar; dan Planet artinya kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Sebagai pengusaha senior dan “sepuh” juga aktif mengikuti isu dan trend perkembangan terkini gterkait bisnis dan ekonomi. Sesekali pandangan dan pendapat beliau disampaikan dalam “Analisis KR” di harian KR Yogyakarta. Penulis sering berdiskusi beberapa hal yang sedang menjadi isu terkini seperti misalnya B20-G20, subsidi, inflasi dan bahkan pertumbuhan ekonomi baik level DIY maupun nasional. Beberapa kali penulis diminta menulis opini darti hasil diskusi yang kami lakukan. Opini tersebut selanjutnya terbit di harian KR dan Harian Jogja.

Selamat berulang tahun ke-70 Bopo RK. Matur nuwun atas berbagai pengalaman dan pengetahuan kepada penulis selama ini. Semoga Bopo RK selalu diberi kekuatan dan Kesehatan oleh Gusti Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Amin

Penulis
Y. Sri Susilo
Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika UAJY/Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta/
Pengurus Pusat ISEI/Pengurus KADIN DIY

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

GIPHY App Key not set. Please check settings

    Komunitas Kopi Nusantara Selenggarakan Jogja Coffee Week Kali Kedua Dukung Industri Kopi Kembali Berdenyut

    Gathering dan Workshop DPW ILDI Kota Yogyakarta