in

Kreatifitas Pemuda Sukabumi Hasilkan Uang Dan Kurangi Pengangguran

Seorang pengunjung akan menikmati sarana flying fox yang disediakan pemuda di Desa Nagrak Utara, Kabupaten Sukabumi. (Foto: iNews.id/Dharmawan Hadi)

Jakarta | Para pemuda di Kampung Pasirbeutik, Desa Nagrak Utara, Kabupaten Sukabumi jeli memanfaatkan peluang dengan menyulap lahan warga jadi tempat wisata.

Mereka membuat tempat wisata flying fox untuk menikmati wisata alam, bahkan tarifnya pun tergolong sangat murah.

Dengan tarif Rp. 5000 para pengunjung ditawarkan konsep yang sangat menarik. Para pengunjung dapat menikmati wisata flying fox sepanjang 100 meter dan disuguhi pemandangan dibawah persawahan hijau yang membentang luas.

Maulana, pengelola wisata mengatakan semuanya ini dibangun dan dikelola oleh para pemuda Kampung Pasirbentik dengan tujuan agar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan menurunkan angka pengangguran di tempat kelahirannya itu.

Wisata ini bisa disebut wisata flying fox termurah yang ada di Sukabumi bahkan Indonesia dengan menyuguhkan pemandangan yang memikat,” kata Maulana kepada wartawan, Minggu (15/8/2021) dilansir dari jabar.inews.

Menurut Ketua Pemuda Desa Nagrak Utara juga menuturkan, wisata flying fox yang dibangun di atas lahan warga melalui kerja sama dengan sistem bagi hasil.

“Tiket Rp5.000 nantinya akan dibagi hasil menjadi Rp2.000 untuk pemilik lahan, lalu Rp1.000 untuk petugas yang jaga flying fox, Rp1.000 lagi untuk kas kepemudaan dan yang terakhir Rp1.000 untuk biaya perawatan,” tutur Maulana.

Maulana menambahkan, wisata yang baru dibuka pada Jumat (13/8/2021) itu sudah banyak yang datang. Setiap harinya rata-rata 20 pengunjung yang datang dan bermain flying fox. Ke depan diharapkan semakin banyak warga yang bermain flying fox di tempatnya. (girbok/inews)

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings

    Satpol PP Depok Bubarkan Hajatan Hingga Lomba Burung, Melanggar PPKM 4

    Akankah PPKM Level 4 Diperpanjang? Berikut Evaluasinya