in

Mural Di Surabaya Ingatkan Bahayanya Pinjol Dan Riba

Mural "Merdeka dari RIba". (Foto:Istimewa)

Surabaya | Mural disalah satu sudut kota Kota Surabaya ini patut diapresiasi lantaran mengingatkan masyarakat tentang kejam dan bahayanya RIBA

Diinisiasi oleh Tim PPHP2D (Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa) Himpunan Mahasiswa Perbankan Syariah Universitas Muhammadiyah Surabaya yang bertemakan merdeka dari jeratan riba.

Kegiatan ini diadakan di Rt 01 Gang 2 Tempurejo, Senin (23/08/2021). Sebelum melakukan pengecetan tembok atau yang di sebut dengan mural, tim PHP2D HIMA PBS pun meminta ijin kepada ketua RT, ketua RW, dan Pemilik tembok.

Buta Pinjaman Onlien, Sesat Membayar Cicilan. (Foto:Istimewa)

“Kegiatan me- mural ini harus kita tekuni. Selain itu, gambar pada mural ini berkaitan dengan bahaya riba. Maka supaya warga yang melihat dapat mengetahui begitu kejamnya jika terjerat oleh riba,” ujar Ketua Tim PHP2D HIMA PBS UMSurabaya¬†

Ketua RT 01 pun mendukung pelaksanaan mural yang bertemakan merdeka dari riba tersebut, sehingga membangkitkan semangat tim PHP2D HIMA PBS UMSurabaya.

“Saya sangat mendukung dan sangat senang jika ada yang mau atau sudi untuk mempercantik kawasan Tempurejo ini. Selain demi keindahan desa, pesan yang terkandung dalam lukisan itu juga akan sampai ke masyarakat, yaitu mengubah mainset masyarakat untuk menghindari transaksi riba, dan pengetahuan mengenai keuangan syariah,” tuturnya

Mural dengan tema merdeka dari jeratan riba. (foto:Istimewa)

Sementara, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) UMSurabaya Arin Setiyowati menuturkan bahwa program ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen kami untuk mengajak masyarakat agar “melek” keuangan syariah khususnya yang berbasis digital, salah satunya berhati-hati dengan pinjaman online.

Selain itu Kegiatan mural tersebut membantu mengedukasi masyarakat mengenai bahaya riba. Mural dengan tema merdeka dari jeratan riba menjadi salah satu edukasi untuk masyarakat Tempurejo agar tidak termakan oleh rayuan para rentenir maupun pinjol, yang berakhir pada penetapan bunga yang tinggi karena tidak mampu untuk mencicilnya.

“Isu maraknya penipuan pinjol ilegal ini menjadi tanda bahwa masyarakat masih lemah literasi keuangan dan digital. Jadi saya mendukung apa yang telah dilakukan mahasiswa,” katanya.

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings

    Lord Adi MasterChef Indonesia Diajak Kolaborasi Bareng Sandiaga Uno

    Gebyar Vaksinasi Di Cipayung Hari Ketiga Dan Keempat Mencapai Target