in

WRC PAN RI DIY Tinjau Sungai Buntung Terkait Program Fraksi Gabungan DPRD DIY

Korwil WRC DIY bersama Tim SDA PUPKPR Kota Yogyakarta,Lurah Karangwaru, Perangkat RT/RW/RK Blunyahrejo. (Foto/Istimewa)

Yogyakarta | Jelang musim penghujan, sungai Buntung kerapkali menjadi langganan banjir yang selalu membayangi warga.

Hal ini membuat K. Herman Setiawan dari Watch Relation of Corruption Pengawas Aset Negara Republik Indonesia ( WRC PAN RI ) Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY ) mempertanyakan kembali program dari hasil kegiatan survey oleh WRC PAN PAN DIY bersama Fraksi Gabungan DPRD DIY.

Herman mengakui bahwa ia kembali menerima laporan dari wilayah mengenai program tersebut, mengingat langganan banjir selalu membayangi warga sepanjang sungai Buntung di setiap musim penghujan.

Sebelumnya Herman Setiawan telah berkoordinasi dengan kepala DPUPKR kota Yogyakarta Ir. Hari Setyowacono,MT untuk merencanakan tinjauan langsing ke lokasi Sungai Buntung.

Tinjauan lokasi program Kotaku DFAT di wilayah Blunyahrejo oleh Lurah Karangwaru,Korwil WRC DIY dan Perangkat wilayah. (Foto:/Istimewa)

Maka pada hari Rabu (03/11), Herman Setiawan melakukan survey ke lokasi bersama Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Kota Yogya Umi Akhsanti, ST., MT., Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Sigit Setiawan, ST., M.ENG beserta tim DPUPKPR Kota ke lokasi talud Sungai Buntung di Blunyahrejo RT.25 RW.06 Karangwaru Tegalrejo Yogyakarta.

Di saat bersamaan, ikut mendampingi Lurah Karangwaru Anggit Safrudin,A.Md, Ketua RT.25 Rillo Hartono, Seksi Pembangunan RW.06 Sumaryanto, Ketua RK Blunyahrejo Pratito serta pengurus wilayah yang ikut mendiskusikan kebutuhan mendesak wilayah yang bisa murni dikerjakan oleh DPUPKPR kota Jogja.

Dalam diskusi tersebut adalah untuk memperoleh kepastian akan dibangunnya Talud Normalisasi Sungai Buntung sepanjang kurang lebih 20 M lari yang akan dimundurkan sebagai upaya normalisasi sungai, sekaligus akan dilakukan pemetaan rumah rumah warga di sepanjang RT.25 untuk dilakukan program Mundur,Munggah,Madep Kali ( M3K ), berbarengan dengan penataan sungai dan bangunannya.

Usai peninjauan dan pemetaan oleh SDA DPUPKPR kota dilanjutkan pemetaan dan tinjauan oleh PUP ESDM DIY yang dibutuhkan oleh warga adalah pelebaran gorong gorong sungai yang menjadi perbatasan antara sungai Buntung di Karangwaru yang akan menuju ke wilayah sungai di kelurahan Kricak, untuk penataan di Kricak juga akan dilakukan oleh DPUPKPR kota Jogja.

Korwil WRC DIY bersama Tim SDA PUP ESDM DIY, Lurah Karangwaru,perangkat RT/RW/RK Blunyahrejo. (Foto/Istimewa)

SDA PUP ESDM DIY Arin Setyadi,ST.M.Sc. didampingi Weny Triana,ST tim PAI dan rombongan berkoordinasi dengan Korwil WRC DIY dan Lurah serta tokoh masyarakat setempat pun berdiskusi agar program yang dilakukan bisa bersinergi dan berjalan tertata rapi sesuai kebutuhan masterplain yang ada dan tidak tumpang tindih anggarannya di satu lokasi wilayah Blunyahrejo.

Dalam diskusi tersebut, PUP ESDM DIY akan mengerjakan pelebaran gorong gorong Sungai Buntung menuju Kricak yang akan bekerja sama dengan Bina Marga terkait peralihan arus jalan Magelang yang merupakan jalan Nasional, dan juga akan dikerjakan pelebaran jembatan lama untuk putaran jalan mobil manakala program pembukaan lahan pinggir Sungai menjadi akses jalan mobil menuju jalan utama Jl. Magelang sehingga akan menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar dan nilai ekonomis perumahan warga akan melambung tinggi dengan terbukanya akses jalan yang selama ini hanya bisa mengakses jalan kecil saja.

Anggit juga selaku lurah baru mengatakan, tidak menutup kemungkinan pemanfaatan sebagian atas badan sungai sebagai pusat icon Karangwaru dikolaborasikan dengan pedagang jajan pasar pagi yang telah ada disepanjang jalan Magelang, akan sangat menumbuhkan UMKM dan menjadi daya tarik pengunjung untuk bisa menyusuri sepanjang Sungai Buntung seiring rencana digalakkannya program Pokdarwis yang berbasis kelurahan.

WRC DIY sendiri berkomitmen mengawal aduan masyarakat sampai selesainya semua program kewilayahan sehingga menjadi rule model penataan kawasan di seluruh Indonesia, dimana wilayah Karangwaru sudah beberapa menjadi menjadi model awal program pemerintah pusat baik PLPBK, Kotaku DFAT, TMMD dll. (girbok)

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings

    FGD WRC DIY dan Kesbangpol DIY terkait Pentingnya Register dan SKT Ormas Di DIY

    Bisnis Grafika Menurun, Mughi : Ubah Orientasi Pasar dan Produk