in

Warga Tolak Dana Bansos Dipotong, Ketua RT Klarifikasi

Nurdin, Ketua RW setempat mengkarifikasi potongan bansos oleh ketua RT. (foto/IST)

Depok – Terjadi lagi pemotongan dana bansos oleh perangkat desa. Hal ini dilaporkan oleh seorang warga yang menolak dana bansos sejumlah Rp. 600rb tersebut dipotong.

Warga bernama Dodi mengaku menolak kebijakan ketua RT itu, dengan alasan infaq yang diminta mencapai Rp 200.000-Rp 400.000.

“Dia bilang enggak mau urusin apa-apa lagi urusan saya. Kemudian beliau ngomong, ‘Kalau enggak mau ngasih, ya sudah lu hidup aja sendiri enggak usah berwarga’,” ujar Dodi, Rabu (4/8/2021).

“Bulan depan kalau lu dapat, gua enggak mau ambilin, lu ambil aja sendiri. Masa yang lain ngasih, lu enggak mau ngasih, emang lu mau hidup sendiri?” lanjutnya menirukan ucapan ketua RT.

Dikonfirmasi terpisah Ketua RW, Nurdin mengakui ada pemotongan yang bersifat infaq sehingga tidak wajib dan mengikat bagi para penerima BST.

Ia mengakui keputusan itu diambil bersama oleh para Ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat sekitar.

“Itu (BST yang turun) tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada di masyarakat. Kita terima (BST untuk) sekitar 87 orang, sementara kebutuhan kita 185 orang. Sehingga banyak yang tidak mendapatkan,” jelas Nurdin, Rabu (4/8/2021).

Kejadian ini bermula ketika Dodi hendak mengambil surat undangan untuk menebus BST sebesar Rp 600.000 ke ketua RT.

“Pas saya ambil surat undangannya, beliau ngomong sama saya, mau disumbangin ke yang belum dapat. Katanya, ‘Ini lu dapet Rp 600.000 nih, nanti kasih ke gua 400.000 buat bagiin ke yang belum dapat’. Yang lain juga diminta Rp 200.000,” kata Dodi menirukan omongan Ketua RT.

Dodi pun menolaknya. Ia merasa, potongan itu terlalu besar. Lantaran hal itu, ia kena damprat. Ketua RT disebutnya mengancam tak akan membantu urusannya sebagai warga.

Kejadian serupa terjadi di Wilayah Tapos, ketua RT di Tapos, Depok, Jabar juga melakukan pemotongan dana bansos sebesar Rp150 ribu kepada 54 warganya.

Ahmad Juani, Ketua RT 03 Tapos Depok mengakui pemotongan dana tersebut dengan rincian Rp. 100rb untuk membantu warga lainnya yang tidak mendapatkan bantuan dan Rp. 50rb untuk sumbangan acara 17 Agustus.

Ia mengatakan karena masih PPKM maka acara 17 Agustus tersebut batal dilaksanakan sehingga pemotongan tersebut dibatalkan, melalui video yang diterima tim pinggirtembok, Rabu, (4/8)

Ia pun mengakui telah mengembalikan seluruh dana potongan tersebut kepada warga. (Girbok)

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings

    Doni Salmanan, Donasikan Rp 830 Juta Untuk Warga Terdampak Covid 19

    Aksi Protes Dinar Candy Terancam Pasal Pornoaksi dan Pornografi