in

Universitas Pancasila Latih Siswa Membuat Jamu Dan Ecoenzym Dari Empon-empon

Jakarta | Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (FFUP) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat selama dua hari, yaitu di hari Jum’at, 12 November 2021 dan pada Minggu, 14 November 2021, berupa pelatihan pembuatan jamu ramuan tradisional dan ecoenzyme dalam pemanfaatan bahan herbal alami untuk kesehatan. Kegiatan ini merupakan rangkaian program Matching Fund tahun 2021 yang didanai oleh Kemendibud Dikti serta PT. Arthaguna Cipta Sarana (ACS) di Lembah Cisadane, Putat Nutug, Ciseeng, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan pelatihan secara luring dilakukan oleh 10 orang mahasiswa semester tujuh FFUP yang mengaplikasikan kurikulum kampus merdeka – merdeka belajar (MBKM). Turut mendampingi kegiatan, Nampak tiga dosen FFUP, Zainur Rahman Hakim, Diah Kartika Pratami dan Novi Yantih. Peserta pelatihan adalah siswa SMA Negeri 1 Parung, Bogor yang dikawal oleh tiga orang guru, Musyarofah, Riono Basuki, dan Nurul Hikmahwati.

Riono Basuki, Wakasek kesiswaan, menyambut baik program ini karena dapat mengasah jiwa intelektual dan budaya ilmiah sekaligus enterpreuneurship para siswa.

“Kami berterima kasih kepada para dosen dan mahasiswa yang ikut serta dalam program ini. Hal ini sangat baik dan bagus karena kami disini juga mempunyai mata pelajaran kewirausahaan, kami harap kerja sama ini terus terjalin, tidak hanya sampai disini, namun berkelanjutan”, tuturnya.

Sementara itu Nurul Hikmawati, guru biologi SMAN 1 Parung, juga ikut berbangga melihat antusias para siswa dalam kegiatan ini, khususnya rasa ingin tahu mereka terkait herbal dan pemanfaatannya dalam pembuatan produk jamu praktis dari bahan herbal.

“Kami harap kunjungan berikutnya kepada bapak dan ibu dosen serta mahasiswa FFUP dalam pembinanan siswa mengenai herbal dan pemanfaatannya, sejauh ini kami telah membentuk kelompok belajar herbal, mereka mengelola tanaman herbal dan berbagai koleksi tanaman obat keluarga (TOGA) di lingkungan SMA N 1 Parung”, pungkasnya.

Turut hadir, Novi Yantih, dosen FFUP sekaligus Warek 2 UP, menyampaikan bahwa sekolah ini dapat menjadi tolok ukur sekolah favorit dan unggulan khususnya di bidang pengembangan herbal. “Acara ini berjalan dengan lancar dengan menghasilkan produk yang mempunyai rasa khas dan bernilai jual dan ke depannya menjadi salah satu keunggulan dr SMA N 1 Parung”, tambahnya.

Dosen bahan alam FFFUP, Diah Kartika Pratami, menyatakan pembuatan jamu ramuan tradisional sangat penting di masa pandemi ini. Dengan meminum jamu dapat meingkatkan imunitas tubuh, sehingga tidak mudah terserang penyakit.

“Saya membimbing delapan mahasiswa dalam studi independen pembuatan ramuan tradisional dari empon-empon jahe merah, kunyit, temulawak, dan kencur. Mereka belajar dari hulu ke hilir, mulai cara budidaya, sampai pengolahan pasca panen menjadi produk cairan jamu dan serbuk instan. Kegiatan ini termasuk dalam rangkaian program matching fund, penerapan kurikulum kampus merdeka, sekaligus pelaksanaan IKU Perguruan Tinggi, dosen dan mahasiswa berkegiatan di luar kampus,” tutup Diah Kartika. (girbok/rls)

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings

    FGD Kesbangpol DIY Lakukan Sosialisasi Serta Penyerahan Register dan SKT Ormas Via Online

    Mengembangkan Industri Produk Halal DIY