in

Meski Nombok, Pedagang Ini Tetap Berjualan

Plaza Atrium Senen. (foto/IST)

Jakarta | Irmiyati Tunru, seorang pedagang pakaian di Plaza Atrium Senen, Jakarta Pusat masih berjualan pada masa perpanjangan PPKM meskipun harus nombok biayai karyawan. Sejak berjualan kembali pada 10 Agustus lalu, dia tetap mengalami kerugian.

“Kalau sekarang pengunjungnya sepinya, paling yang laku pakaian satu atau dua pieces saja, bahkan kadang dalam sehari tidak laku. Sementara saya harus gaji karyawan 2 orang, Rp 100.000 per hari untuk masing-masingnya. Makanya kadang harus pakai uang pribadi,” ujar Irmiati, Minggu (22/8/2021), dilansir dari Beritasatu.com.

Ia sudah menjelaskan mengenai situasi saat ini kepada kedua karyawannya dan mereka pun mengerti. Tah hanya itu, kedua karyawan tersebut rela untuk dipotong atau ditunda pembayaran gajinya sesuai dengan jumlah pakaian yang terjual

“Untung karyawan saya ini juga bisa mengerti dan memahami situasi saat ini. Tetapi saya tetap harus memikirkan mereka,” tandas Ibu yang tinggal di Tangerang ini.

Ia mengaku, pandemi Covid 19 ini sangat terasa bagi dirinya dan pedagang lainnya di Plaza Atrium Senen, Jakarta Pusat. Saat situasi normal sebelum pandemi Covid 19, ia mengaku bisa mendapatkan omset Rp. 3 juta hingga Rp. 4 juta dari penjualan pakaian.

“Sekarang sudah turun jauh, belakangan ini saja untuk menyentuh Rp 500.000 sehari dari hasil penjualan pakaian tidak bisa tercapai, pengunjung sepi,” ungkap dia.

Pada saat normal, kebanyakan pelanggan di tempatnya adalah orang-orang dari daerah yang berkunjung atau singgah di Jakarta. Umumnya membeli pakaian lebih dari satu karena dijadikan oleh-oleh dari Jakarta.

“Nah, sekarang sudah jarang orang daerah yang datang, jadinya pelanggan kita berkurang dan pakaian yang laku pun semakin berkurang,” tutur Ibu yang sudah 9 tahun berjualan di Plaza Atrium Senen ini.

Lebih lanjut, dia mengaku masih nekat berjualan karena ingin melihat peluang ke depannya. Dia juga berharap PPKM level 4 segera diakhiri atau minimal diperlonggar lagi, seperti jam operasional mal diperpanjang sampai jam 21.00 WIB atau 22.00 WIB.

“Kita berdoa saja semoga pandeminya segera berakhir dan kita beraktivitas normal lagi. Kita juga taat protokol kesehatan, pakai masker, ada handsanitizer, dan bahkan kita menegur pengunjung yang tidak pakai masker atau tidak jaga jarak,” pungkas Irmiyati.

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings

    Data Kasus Covid Depok Tidak Sinkron Dengan Pusat, Hari Ini Rilis

    “Dibungkam, Stop Represi” Di Yogyakarta Dihapus