in

Pemkot Yogya Berupaya Menjaga Pertumbuhan Ekonomi 11 Persen

Yogyakarta | Pemerintah Kota Yogyakarta saat ini tengah berupaya untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi pada tahun ini.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta, Kadri Renggono mengungkapkan tahun ini menunjukkan kecenderungan membaik dibanding tahun lalu dan ia berharap bisa bertahan pada kisaran 11 persen hingga akhir tahun.

“Setidaknya pertumbuhan ekonomi yang sudah cukup baik hingga pertengahan tahun, sekitar 11 persen bisa tetap dijaga hingga akir tahun. Bahkan kami berharap bisa lebih tinggi,” ujar Kadri di Yogyakarta, seperti melansir Antara, Senin (25/10).

Ekonomi Kota Yogyakarta, menurutnya mengalami pertumbuhan yang cukup melesat pada pertengahan tahun dibandingkan asumsi awal, yaitu sekitar 6-7 persen menjadi 11,8 persen

Kadri mengungkapkan capaian pertumbuhan ekonomi hingga pertengahan tahun tersebut berasal dari perbandingan kondisi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020.

“Perbandingannya pada 2020, saat itu pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta tercatat minus dua persen,” katanya.

Sektor ekonomi diyakini memberikan kontribusi yang cukup tinggi pada pertumbuhan ekonomi di Kota Yogyakarta hingga pertengahan 2021. Hal ini disebabkan oleh tingginya kebutuhan data dan pulsa atau jaringan internet.

“Dimungkinkan ada penurunan hingga September akibat gelombang dua COVID-19 yang membuat pemerintah menerapkan kebijakan PPKM ketat,” ungkapnya.

Kadri pun mengatakan, seiring dengan membaiknya kasus Covid 19 di Indonesia termasuk Kota Yogyakarta, pertumbuhan disektor perdagangan dan jasa kemungkinan akan mengalami peningkatan

“Tren peningkatan ini akan kami jaga sampai akhir tahun sehingga bisa tetap bertahan di angka 11 persen atau bahkan bisa lebih baik. Syaratnya hanya satu, tidak ada lagi peningkatan kasus,” tuturnya.

Sementara itu, menurut Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, kondisi perekonomian kembali menggeliat, khususnya di sektor pariwisata dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Yogyakarta dan okupansi hotel.

“Tentunya, kondisi ini harus dijaga. Satu-satunya cara adalah dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Kondisi perekonomian naik dan kesehatan warga terjaga,” imbuhnya.

Pelaku wisata di Kota Yogyakarta, diakuinya, sudah memiliki komitmen yang kuat untuk menerapkan protokol kesehatan. Hal ini didasari atas kesadaran dan kepentingan mereka untuk menjaganya agar pariwisata tidak kembali dihentikan karena adanya peningkatan kasus

“Saling mengingatkan antara pelaku wisatawa dan wisatawan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan ketat,” tutupnya. (girbok/Ant)

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings

    Himpunan Pengusaha Nahdliyin Lakukan Percepatan Vaksinasi

    Usaha Kuliner Dan Pemandangan Alam, Upaya Pemulihan Ekonomi DIY