in

Kementerian/Lembaga Belanja PDN Kurang Dari 40 Persen, Siap-siap kena Sangsi

Jakarta | Secara khusus, Presiden Joko Widodo menekankan bahwa keperpihakan kementerian dan lembaga (KL) setidaknya mengalokasikan 40 persen anggaran untuk belanja Produk Dalam Negeri (PDN). Kurang dari itu maka KLharus siap-siap kena sanksi.

“Beliau (Presiden Joko Widodo) tadi menyampaikan, jika ada kementerian/lembaga (KL) tidak belanja kurang dari 40 persen terhadap PDN dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) akan diberikan sanksi,” kata Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Abdullah Azwar Anas dalam konferensi pers Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia (BBI) di Nusa Dua, Bali Jumat (25/3/2022).

Menurut Anas, Presiden menyampaikan sanksi yang diberikan adalah Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) akan dikurangi, jika alokasi belanja PDN kementrian/ lembaga tidak mencapai target.

“Kepres 12 Tahun 2021 jelas APBN harus dibelanjakan untuk UMKM minimal 40 persen,” terang Anas.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki, menjelaskan bahwa alokasi belanja 40 persen tersebut akan mendorong UMKM untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksinya.

Menurut Menkop UKM, dengan regulasi pengadaan barang dan jasa yang telah disederhanakan akan lebih memudahkan UMKM.

“UMKM kan supplier-nya. Jadi kami akan fokus pada pendampingan kurasi produk UMKM supaya mereka siap,” kata Teten.

Selain itu, terang Teten, pihaknya pun sudah melakukan komunikasi kepada para imortir untuk mendata produk-produk di kementerian/lembaga agar bisa dialihkan menjadi PDN.

“Kami yakin, hampir semua bisa dibikin di dalam negeri. Itu sangat bagus untuk pertumbuhan UMKM,” ujar Teten.

Menurut Teten, pihaknya dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga akan kembali mengadakan Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri di Jakarta pada April 2022.

Business Matching di Nusa Dua Bali pada 22-24 Maret 2022 menghasilkan komitmen pemerintah untuk belanja PDN mencapai Rp214,1 triliun.

Diharapkan pada Business Matching di Jakarta nanti, target belanja pemerintah senilai Rp400 triliun bisa terpenuhi.

Sumber infopublik

What do you think?

100 Points
Upvote Downvote

Written by GirBok

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings

DIY Bersama Jatim dan Jabar Dipilih Sebagai Pilot Project Pengentasan Kemiskinan

Tegas! Presiden Minta Belanja Negara dan Daerah ke Produk UMKM, Untuk Pertumbuhan Ekonomi