in

HB X : Produk Kreatif Unggul Lahir Dari Proses Manifestasi Kecintaan Masyarakat Terhadap Budayanya

Menaker RI Ida Fauziah Saat menemui Sri Sultan HB X saat DIY menjadi Lokasi EWG G20 Meeting. (Foto/IST)

DIY | Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong agar iklim investasi di DIY dapat meningkat. Sri Sultan mengatakan bahwa DIY menawarkan lingkungan bisnis yang dinamis, iklim ekonomi dan politik yang stabil, serta infrastruktur yang terus berkembang dan kaya SDM berkualitas. 

Di sisi lain, menurut Sri Sultan, DIY merupakan simbol eksistensi budaya Jawa dan pariwisaya, sekaligus menjadi penghasil produk ekonomi kreatif di Indonesia. “Produk kreatif unggul telah lahir dari proses manifestasi kecintaan masyarakat terhadap budayanya,” ujar Sri Sultan, Selasa (10/05) malam di Area Panggung Kinara-Kinari, Kompleks Candi Prambanan, Sleman. 

Pernyataan tersebut merupakan inti sambutan Welcome Dinner and Cultural Performance G20 Employment Working Group (EWG), yang turut dihadiri Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziah beserta jajaran, Sekjen Ketenagakerjaan RI Anwar Sanusi, dan Kepala OPD DIY terkait. 

Sri Sultan selanjutnya menambahkan, investasi diarahkan pada investasi yang berwawasan lingkungan, didukung perbaikan iklim investasi, persebaran investasi, insentif, kemudahan investasi, dan promosi terintegrasi. “Automasi dan modernisasi proses perizinan terus dikembangkan untuk meningkatkan kemudahan dan keterbukaan iklim investasi,” lanjut Sri Sultan. 

Ngarsa Dalem juga menegaskan bahwa masyarakat DIY memiliki karakter yang gigih dalam bekerja, ramah, serta mengedepankan nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Yogyakarta senantiasa menerima berbagai kemajuan zaman seiring dinamika global tanpa harus kehilangan jati dirinya. Hal ini terjadi karena adanya kohesi pendidikan dan budaya yang telah mengakar sebagai fondasi kehidupan sejak berabad silam. 

Sri Sultan berharap, agenda pertemuan EWG tersebut dapat melahirkan ide-ide cemerlang untuk mendukung tercapainya misi menuju pasar tenaga kerja inklusif dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang produktif dan berkelanjutan. 

Sementara, Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah, menekankan bahwa pandemi Covid-19 juga berimbas pada sektor tenaga kerja dan pengembangan sumber daya manusia. Hal ini membutuhkan kolaborasi dan “gotong royong” dari berbagai sektor, sebagaimana tema yang diusung dalam perhelatan G20 tahun 2022 ini “Recover Together, Recover Stronger”. 

Menteri Ida menuturkan, meski pandemi Covid-19 cenderung menurun selama beberapa hari terakhir, dampak yang ditimbulkan di sektor bisnis sangatlah terasa. “Sangat mendesak bagi kita semua untuk memberikan dukungan tak hanya untuk pemulihan sektor tenaga kerja saja melainkan juga memperluas kesempatan dan peluang pekerjaan dari sektor wirausaha, khususnya small medium enterprises (SME) sebagaimana yang akan kita diskusikan hari ini,” imbuhnya dalam bahasa Inggris. 

Menurutnya, pasar SME cukup menjanjikan dalam menyerap tenaga kerja sehingga dapat mengurangi jumlah angkatan kerja yang belum bekerja. “Di banyak negara, lebih dari 90% bidang usaha dikategorikan sebagai SME, dan dari jumlah tersebut diklasifikasikan sebagai usaha mikro. Tidak hanya dipandang dari sisi bisnisnya saja, melainkan juga potensinya dalam menyerap tenaga kerja,” ujarnya. (In many countries, more than ninety percent (90%) of all enterprises can be classified as SMEs, and a large share of those can be classified as micro firms. Not only from the largest number of businesses, but also from the greater potential to absorb workforces). 

Menteri Ida berharap, forum G20 EWG dapat menjadi sarana yang menghasilkan inisiatif, kebijakan, serta program-program berkelanjutan terkait ketenagakerjaan. “Saya berharap, forum ini tak hanya menghasilkan dokumen semata, namun juga aksi nyata khususnya terkait tenaga kerja. Semoga aksi ini dapat berjalan dengan baik dan dalam harmoni,” tutupnya. 

Adapun agenda Welcome Dinner ini ditutup dengan santap malam bersama sembari menyaksikan pertunjukan sendratari Legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bandawasa. (humas DIY)

What do you think?

100 Points
Upvote Downvote

Written by GirBok

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Pemberdayaan UMKM DIY, Upaya Penanggulangan Kemiskinan

Seiring Perkembangan Teknologi Digital, Dirjen IKP Kominfo : Banyak Yang Tidak Peduli Hak Cipta