Yogyakarta | Hari Sepeda Sedunia ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) setiap tanggal 3 Juni untuk menggaungkan gaya hidup sehat. Sepeda telah digunakan lebih dari dua abad sebagai transportasi yang sederhana, terjangkau, bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Karena itu PBB menyerukan kepada setiap negara untuk meningkatkan sarana bersepeda agar meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik banyak orang.
Terdapat sejumlah alasan yang membuat bersepeda merupakan gaya hidup sehat. Berikut lima alasan bersepeda merupakan gaya hidup sehat.
(1) Mengurangi risiko penyakit kronis.
(2) Meningkatkan kesehatan tulang.
(3) Mengontrol berat badan dan mencegah obesitas.
(4) Lebih dekat dengan alam.
(5) Pengalaman yang unik.
Berdasarkan sejumlah alasan tersebut maka Komunitas Sepeda “Ceret Ireng” didirikan oleh beberapa penggemar sepeda di Kota Yogyakart dan “bermarkas” di Namburan Kidul, Panembahan, Kraton, Yogyakarta.
Tempat tersebut merupakan bengkel sepeda yang digawangi oleh Antok Namburan. Penggowes yang menjadi pelanggan bengkel tersebut sering bertemu dan berkomunikasi sehingga terbentuk komunitas sepeda.
Komunitas yang berdiri di awal tahun 2022, telah melakukan kegiatan bersepeda bersama secara rutin setiap seminggu sekali. Kegiatan tersebut dilakukan di dalam kota maupun di luar Kota Yogyakarta, bahkan sampai di luar DIY.
“Anggota kami sangat beragam baik dari jenis sepeda yang digunakan, profesi, dan pendidikan”, jelas Yoyok Suryoputran selaku Koordinator Komunitas Sepeda “Ceret Ireng”.
Selanjutnya Yoyok menjelaskan sepeda yang digunakan antara lain sepeda lipat (folding bike), sepeda gunung (MTB), dan sepeda balap (road bike). Profesi anggota juga beragam, misalnya notaris, dosen, wiraswata, pegawai swasta, pensiunan, teknisi dan sebagainya.
“Dalam bersepeda kami menganut prinsip kebersamaan dalam keberagaman”, tambah Yoyok.

“Bersepeda ke luar kota dengan naik KRL sungguh pengalaman yang luar biasa”, ungkap Wahyu Wiryono (Notaris) salah satu penggerak Komunitas Sepeda “Ceret Ireng”.
Untuk diketahui, komunitas tersebut sempat bersepeda di Kota Solo (23/03/22) dan Kota Klaten (30/03/22) dengan menumpang KRL. Sampai di kedua kota tersebut, baru mengelilingi kota sambal menikmati kuliner khas di kedua kota tersebut.
“Di samping berolah raga sepeda, tujuan kami adalah bergembira dalam kebersamaan”, jelas Susilo Langenastran selaku Humas komunitas bersepeda tersebut.
Menurut Susilo, kebersamaan dan kegembiraan tersebut dinikmati selama perjalanan dengan KRL, bersepeda dan menikmati sajian kuliner.
Setelah lebaran akan diagendakan bersepeda ke luar kota lagi, tentu tetap menunpang KRL atau KA yang bisa memfasilitasi sepeda lipat. Selama bulan Ramadhan, kegiatan bersepeda tetap dilakukan namun skala terbatas sambil menunggu buka puasa.
“Bersepeda yang terpenting adalah untuk hidup sehat dan kenersamaan dalam komunitas”, tutup Susilo dalam rilisnya kepada media. (Girbok)



GIPHY App Key not set. Please check settings