in ,

Daya Upaya Mencegah Resesi Di Indonesia

Danang Choirul Umam S.E.,AK.,M.Ak.,CA.,CA. (Foto/IST)

Dampak dari terus meningkatnya kasus covid19 yang terjadi di Indonesia adalah Indonesia di lockdown oleh 59 negara di antaranya negara satu rumpun kita yaitu Malaysia dan negara-negara lainnya.

Pemerintah Daerah Ibukota yaitu DKI Jakarta kembali menarik rem darurat PSBB Jilid 2 yang berarti di terapkan kembali PSBB seperti awal pandemi ini menyerang Indonesia dimana perkantoran di tutup dan diberlakukan penindakan tegas bagi yang melanggar protokol kesehatan dengan diadakan operasi yustisus di setiap keramain publik, di harapkan masyarakat lebih mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan dengan cara 3M yaitu, Menjaga jarak minimal 2 meter, memakai masker yang sesuai standar dan menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan.

Gerakan tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menekan tingkat penyebaran covid19 dan dikhawatirkan dengan semakin meningkatnya jumlah pasien covid19, Sehingga Rumah Sakit rujukan covid19 tidak bias memenuhi ketersediaan ruangan yang berakibat pasien menjadi terlantar dan kurang penangan.

Tidak menutup kemungkinan terkait dengan pandemi ini yang secara gencar menyerang baik di bidang ekonomi dan bidang lainnya bisa terjadi resesi ekonomi. Jauh dimana Indonesia di ambang jurang resesi sejumlah negara sudah melaporkan terjadinya resesi ekonomi mulai dari korea selatan, Jerman, Singapura, Prancis,Italia hingga Amerika serikat, Melansir Kompas.com Indikator resesi bisa dilihat dari penurunan pada Produk Domestik Bruto (PDB), merosotnya pendapatan rill.

Jumlah lapangan kerja, penjualan ritel, dan terpuruknya industri manufaktur.

Resesi adalah penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Resesi ekonomi tersebutOleh bagian negara tidak bisa di hindarkan di karenakan merupakan dari siklus bisnis yang terjadi dalam perekonomian suatu negara.

“Dampak resesi ekonomi tersebut secara tidak langsung menimbulkan efek domino”

Pada kegiatan ekonomi di suatu negara, dampaknya adalah terjadinya penurunan investasi yang mengakibatkan hilangnya lapangan pekerjaan dan terjadi kenaikan tingkat pengangguran bahkan bias terjadi PHK (pemutusan hubungan kerja), produk atas barang dan jasa juga terjun bebas yang mengakibatkan penurunan PDB ,nasional, apabila tidak segara di atasi efek domino resesi ekonomi akan menyebar ke semua lini sektor yang ada.

Daya beli masyarakat menurun karena kehilangan pendapatan dan meningkatnya angka kemiskinan yang mengakibatkan tingkat kriminalitas meningkat. 

Mentri Keuangan Sri Mulyani, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, pada kuartal III, perekonomian Indonesia akan mengalami kontraksi hingga minus 2,9 persen.

Salah satu program pemerintah agar dapat mencegah terjadinya resesi ekonomi adalah dengan memberikan Bantuan langsung tunai, memberikan bantuan sembako, keringan pembayaran pajak bagi pelaku UMKM, relaksasi pembayaran kredit dan subsidi bunga UMKM.

Salah satu upaya membeli produk teman atau produk UMKM dalam negeri merupakan salah satu anjuran pemerintah yang selalu di gaungkan pada saat ini. Pemerintah juga harus memperkuat UMKM dalam negeri dengan memberikan kemudahan akses ekspor, keringanan pembayaran pajak dan menghimbau untuk selalu memberdayagunakan UMKM yang ada di Indonesia karena bisa menyerap tenaga kerja dan usaha baru untuk mempertahankan stabilitas ekonomi dalam negeri.

Semoga dengan Keadaan seperti ini, Bangsa Indonesia bisa menjadi Ujian untuk lebih kuat dan siap dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi di masa depan, Semoga pandemi ini segera berlalu, ekonomi stabil dan Indonesia semakin maju.

Penulis : Danang Choirul Umam S.E.,AK.,M.Ak.,CA.,CA

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings

    Janda Bolong Dan Monstera Lainnya Yang Memikat

    Catatan Peristiwa Dunia Hari Ini, 26 September