in

Menikmati Kuliner Legendaris Di Warung Mba Ndari, Bubur Terik Dan Ketan Lopis

Temanggung | Berada di belakang Kantor Telkom Temanggung atau ada juga yang menyebutnya dengan Pom Lama, sebab memang dahulu merupakan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau Pom Bensin, ada kuliner legendaris bagi warga, yaitu bubur dan lopis Mbak Ndari.

Warung Mbak Ndari letaknya melewati gang kecil di sebelah Kantor Telkom dan Susteran Bethlehem, jalan kampung rabat beton, masuklah ke Lingkungan Mardisari, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Temanggung.

Bandari (57) mengungkapkan, ia merupakan generasi kedua, bubur dan lopis ini dahulu dirintis mulai tahun 70an oleh Mbok De Dah panggilan akrab Sukidah, ibu dari Mbak Ndari (Bandari).

Bubur dengan kuah kuning, istilahnya bubur ‘terik’ menjadi ciri khasnya, kuah kuningnya dari rempah-rempah kunir, dicampur dengan santan kelapa, berisi tahu putih dan telur ayam.

Buburnya menggunakan bahan dasar beras, yang dimasak bersama santan, garam, dan pandan. Dan dibutuhkan daun pisang untuk membungkus lopisnya.

“Per hari satu kilogram beras, beras ketan untuk lopis dan ketan bisa tiga kilogram, ketela 6 kilogram, tahu setengah papan, tempe mendoan 20 bungkus,” katanya.

Dirinya dengan dibantu suami, anak dan menantu, serta bapak, bahu-membahu masak mulai sebelum subuh, bubur akan nikmat disajikan untuk sarapan, bila diolah setelah Sholat Tahajud.

Proses pembuatan lopis cukup memakan waktu, tiga jam untuk menanak lopis, kematangan lopis ini dibutuhkan untuk menjaga biar tidak basi sampai sore hari.

Suara alu menggetarkan lantai, terasa saat ketela yang telah dimasak, mulai ditumbuk. Dicampuri gula aren untuk memberikan warna merah, dan menjadikannya gethuk. Selain bubur dan lopis, Mbak Ndari juga memproduksi gethuk.

“Saya menjadi langganan pesan gethuknya Mas Jono, saya bawa untuk snack guru-guru SMAN 1 Temanggung, tiap hari Jumat,” ungkap Ponco Muji Utomo, guru SMAN 1 Temanggung dan Ketua RW Lingkungan Mardisari, disela-sela menikmati kuliner di warung Mbak Ndari, Jumat (25/2/2022).

Sarjono (57) adalah suami Bandari, sehari-harinya membantu mengantar belanja ke pasar, menumbuk ketela, dan membantu melayani pembeli. Dan memasak gula aren untuk jadi juruh.

Selain bubur, gethuk dan lopis, Warung Mbak Ndari juga menyajikan tahu susur, entho cothot, ketan, rolade daun singkong, ndog gludug, dan pisang goreng. Mulai buka jam 06.00 – 08.00 WIB, khusus bulan puasa menu ditambah pecel mie dan kolak pisang. 

Sumber infopublik.id

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

GIPHY App Key not set. Please check settings

    Kemenperin Bareng Pemda Fasilitasi Vaksin Booster Buat Para IKM

    Ubah Strategi Pemasaran, UMKM Harus Ikuti Perkembangan Di Era Digital