in

Taman Pengelolaan Sampah, Upaya Pengolahan Sampah Terpadu

TPA Piyungan. (foto/Istimewa)

DIY | Permasalahan sampah di DIY kembali menyeruak di tengah masyarakat. Tantangan sampah yang rutin muncul setiap tahun, kembali menghantui masyarakat DIY. Sampah menumpuk di jalan-jalan kota dan kabupaten, tempat penampungan akhir (TPA) di Piyungan kembali over capacity dan menimbulkan polusi, serta potensi munculnya permasalahan kesehatan bagi masyarakat di sekitarnya.

Pantauan oleh Bidang Lingkungan Hidup & Konservasi KADIN DIY dalam diskusi langsung dengan salah satu petugas pengambil sampah di kota Yogyakarta, menyampaikan bahwa masyarakat yang tidak mendapatkan informasi lengkap tentang penutupan TPA hanya bisa komplain ke petugas, dan sebagian petugas yang tidak siap dengan tekanan ini bahkan sampai stress karena ancaman biaya bulanan sampah yang bisa tidak dibayarkan. Sedangkan sampah yang telah menumpuk di rumah-rumah penduduk menimbulkan bau tidak sedap dan sangat mengganggu.

Solusi yang diperoleh dari komunikasi warga dengan Pemerintah DIY hari-hari ini, masih bersifat sementara. Hal ini tentu memerlukan solusi yang lebih permanen, terpadu, komprehensif dan menyeluruh dalam penanganannya. Harapannya permasalahan sampah di Provinsi DIY ini dapat diselesaikan secara tuntas dan tidak menimbulkan permasalahan berulang di kemudian hari. 

Wakil Ketua Umum Bidang Lingkungan Hidup & Konservasi KADIN DIY, Rahadi S Abra, S.Si, MBA. (Foto/IST)

Untuk itu KADIN DIY telah melakukan kolaborasi dengan KADIN PUSAT dengan melakukan kajian teknis dan ekonomis pengolahan sampah terpadu. Konsep yang coba ditawarkan diberi nama Taman Pengelolaan Sampah. Konsep ini secara teknis dilakukan dengan pemanfaatan teknologi terpadu yang dapat menyerap sampah hingga zero waste atau tanpa residu sama sekali. Dikaji pula efisiensi ekonomi dan impact sosialnya.

Usulan ini kemudian akan ditindaklanjuti sebagai pilot project pengolaan sampah di kota-kota besar dimulai dari kota Yogyakarta dan Bali. Program ini juga akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada agenda G20 di Bali di tahun 2022 ini. Tentu saja keterlibatan seluruh pemangku kepentingan yang ada di DIY, menjadi faktor yang penting. Dan akan menjadi penentu kelancaran dan keberhasilan konsep pengelolaan permasalahan sampah baru ini di masa mendatang.  

Penulis
Wakil Ketua Umum Bidang Lingkungan Hidup & Konservasi KADIN DIY, Rahadi S Abra, S.Si, MBA

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

GIPHY App Key not set. Please check settings

    Patra Padi Hadiri Acara Lepas Sambut Komandan Korem 072/Pamungkas Yogyakarta

    Aplikasi InaExport.id Mudahkan Promosi Produk Unggulan Pelaku Ekspor Dalam Negeri