in

Sinau Ngolah Sampah Jadi Berkah 2021, Sebagai Solusi Rumah Tangga

Pelatihan Ngolah Sampah Jadi Berkah 2021. (Foto/Girbok)

Yogyakarta | Badan Keswadayaan Masyarakat ( BKM ) Tridaya Waru Mandiri dengan Pimpinan Kolektif ( Pimkol ) Gatot Suprihadi, ST., melalui Unit KOMUNITAS KARANGWARU RIVERSIDE (KAPUSTAKAN OMSIMAS) bersama dengan Komunitas PAGUYUBAN BANK SAMPAH DIY, KAMPUNG MARKISA BLUNYAHREJO melakukan Pelatihan Pengolahan Sampah pada Ahad, 21 November 2021 di Omah Sinau Masyarakat Karangwaru Riverside.

Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam membangun kolaborasi gandeng gendong 5K (Kota, Kampus, Korporasi, Kampung dan Komunitas)

Dalam pelatihan ini hadir empat narasumber yang berpengalaman di bidangnya, diantaranya :

  1. Prof. Nasih Widya Yuwana (Dosen Ilmu Tanah UGM, Pelopor Ember Tumpuk)
  2. Dra. Nike Triwahyuningsih, M.P. (Dosen Kehutanan INTAN, Pegiat Eco Enzyme)
  3. Ida Ariastuti (Pengurus PBS DIY, Pegiat Eco Enzyme)
  4. Juragan Erwan (Pelaku Pariwisata Pengolah Sampah

Meskipun dilakukan secara mandiri, Pelatihan mandiri yang berbayar (15K) ini sangat menarik minat, terbukti pelatihan diikuti oleh sebanyak 50 peserta, dari beragam komunitas hijau di karangwaru.

Suasana praktek pelatihan Ngolah Sampah jadi Berkah. (Foto/Girbok)

Berbagai manfaat didapatkan oleh para peserta seperti, Ilmu yang bermanfaat, relasi baru antar komunitas dan hasil Eco Enzyme.

Pelatihan ini pun mendapatkan apresiasi dari Wakil Walikota Jogja Drs. Heroe Poerwadi,MA. yang berkenan memberikan arahan dan sambutan, dengan harapan bisa berkelanjutan dan menjadi bagian solusi mengolah masalah sampah rumah tangga dengan konsep 3R (recycle, reuse, reduce).

Foto bersama Wawali,Pimkol BKM,Narsum dan peserta pelatihan. (Foto/Girbok)

K. Herman Setiawan dari Masyarakat Indonesia Maju DIY mengapresiasi pemberdayaan masyarakat menuju selangkah lebih maju lagi dengan semangat kebersamaan tidak semata bergantung dari bantuan saja melalui komunitas bisa melaksanakan kegiatan secara mandiri didorong kesadaran masyarakat pentingnya mengelola sampah dengan prinsip habis di rumah dan bahkan memberikan nilai tambah baik secara finansial ataupun sekedar sebagai pupuk organik rumahan maupun lingkungan sekitarnya. (girbok)

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

GIPHY App Key not set. Please check settings

    Latihan Perdana SSB IRETA FC Mampang Depok

    Sinau Pancasila Dan Wawasan Kebangsaan Bagi Ormas Di DIY