in

Gubernur DIY Terima Audiensi HIPMI DIY

Yogyakarta | Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan agar HIPMI DIY mampu menghilangkan persaingan tidak sehat yang masih acap kali dilakukan di dunia usaha. Guna membangun kesejahteraan bersama, sinergi dan kerja sama justru lebih dibutuhkan.

Hal ini diungkapkan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana usai mendampingi Gubernur DIY menerima audiensi dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) DIY. Pertemuan dilakukan pada Jumat (18/02) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

“Tadi Pak Gubernur mengarahkan supaya nuansa persaingan yang tidak sehat bisa digantikan dengan suasana kerja sama. Jangan sampai mendorong munculnya persaingan, tapi melupakan kerja sama. Kita bisa ke untung bareng tanpa harus mematikan yang lain,” ungkap Tri.

Tri menambahkan, dengan membuka peluang kerja sama antar pengusaha justru akan lebih membuka peluang kesejahteraan bersama. Hal ini yang perlu dijalankan HIPMI DIY ke depan, apalagi selama ini HIPMI DIY dianggap agak pasif. Dengan kepengurusan yang baru diharapkan HIPMI DIY mampu menjalin kolaborasi dan membantu upaya digitalisasi UMKM di DIY.

“Intinya teman-teman di HIPMI DIY bisa bersama dengan pemerintah daerah maupun OPD terkait untuk memajukan UMKM di DIY yang jumlahnya lebih dari 80% ini, agar bisa merasakan perbaikan dan perbaikan ke depannya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum HIPMI DIY, Aditya Bima Santosa Putra mengatakan, kedatangannya kali ini bertemu dengan Gubernur DIY dalam rangka memperkenalkan diri sebagai pengurus baru HIPMI DIY. Ia pun menyadari masih pasifnya keterlibatan HIPMI DIY dalam pengembangan perekonomian DIY selama ini.

“Karena itu kami datang memohon arahan dari Ngarsa Dalem dan berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk dapat menjadi inkubator bagi UMKM di DIY. Kami ingin UMKM juga bisa naik kelas. Kami bisa ikut membimbing UMKM dan ikut dilibatkan dalam program-program Pemda DIY,” ungkapnya.

Menurut Aditya, Sri Sultan pun menyampaikan permintaannya agar HIPMI DIY bisa ikut berkolaborasi menjadikan Yogyakarta tetap istimewa, melalui sinergi bersama pemerintah daerah maupun para pelaku UMKM. Salah satu pekerjaan rumah terbesar ke depannya ialah mendigitalisasikan UMKM.

“Dengan digitalisasi, harapannya supaya pasar UMKM tidak hanya lokal. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, UMKM juga bisa menjadi jauh lebih baik lagi,” imbuhnya. (girbok/Humas DIY)

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

GIPHY App Key not set. Please check settings

    Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala

    Pemda DIY Dukung Upaya Penggunaan Produk Dalam Negeri Untuk Belanja Daerah