in

DIY Akan Menjadi Tuan Rumah EWG G20 Pada Mei 2022

Yogykarta | Pada ajang G20 2022 ini, ketenagakerjaan menjadi salah satu isu utama yang akan dibahas. DIY sendiri akan mewakili Indonesia menjadi tuan rumah pada Employment Working Group (EWG) G20 pada 10–12 Mei 2022 mendatang.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah, Kamis (24/02) usai audiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Ida menjelaskan pada pertemuan ini dirinya meminta dukungan penuh Sri Sultan atas rangkaian kegiatan G20 ini.

“Insya Allah tanggal 10 sampai dengan 12 Mei, Kementerian Ketenagakerjaan akan melakukan EWG yang akan kami tempatkan di Jogja. Tahun 2022 kita menjadi tuan rumah G20, dan Menteri Tenaga Kerja menjadi Total Point untuk isu ketenagakerjaan, kami akan bertemu para Menteri,” terangnya.

Menteri Ida menjelaskan, EWG akan dimulai pada bulan Maret nanti dan diselenggarakan secara online. Kemudian tanggal 10 hingga 12 Mei 2022 akan dilaksanakan secara langsung  di Yogyakarta. EWG terakhir akan digelar di Bali pada bulan September 2022.

Ada 4 isu prioritas yang akan dibahas terkait dengan ketenagakerjaan. Pertama yaitu sistem penciptaan kerja yang berkelanjutan menuju perubahan kerja. Yang kedua adalah  inklusif market dan belajar market, pasar tenaga kerja inklusif dan pekerjaan yang layak bagi penyandang cacat/disabilitas. Ketiga adalah pengembangan kapasitas manusia untuk pertumbuhan  berkelanjutan dalam rangka peningkatan produktivitas dan yang terakhir adalah penyesuaian perlindungan tenaga kerja untuk perlindungan yang lebih efektif  dan ketahanan seluruh pekerja.

Dipilihnya DIY sebagai tempat penyelenggaran perhelatan karena DIY dinilai mampu membangun pasar kerja yang inklusif dan memberikan peluang pada penyandang disabilitas. Selain itu, DIY juga menjadikan UMKM menjadi instrumen utama peningkatan atau perluasan lapangan kerja.

“Kami melihat  bahwa Yogyakarta  adalah salah satu  di antara provinsi di Indonesia yang konsen  mengembangkan UMKM dan melahirkan lapangan pekerjaan. Makanya kami memilih Yogyakarta yang memiliki komitmen yang sama, memberikan  harapan kepada teman-teman disabilitas,” kata Menteri Ida.

Menteri Ida mengatakan dukungan dan fasilitas pelaksanaan EWG dari Sri Sultan sangat penting bagi kelangsungan acara. Dirinya juga meminta pada Sri Sultan untuk bisa mempromosikan hasil UMKM di DIY yang mampu bertahan teruatama di era pandemi sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

Sementara itu, Sri Sultan yang dimintai keterangan atas rencana kegiatan tersebut mengungkapkan siap mendukung kegiatan G20 ini. Sri Sultan siap untuk memfasilitasi apa saja yang menjadi permintaan Menaker Ida Fauzia. “Kami sifatnya hanya memfasilitasi saja untuk selanjutnya kami menunjuk Bapak Sekda untuk berkoordinasi dengan Bapak Sekjen tentang apa yang dibutuhkan, apa yang harus kita selesaikan. Kita kan dapat  8 kegiatan dari Agenda pertemuan G20 sampai bulan September 2022 mendatang, kita siap  fasilitasi,” kata Sri Sultan. (Girbok/rls/Humas DIY)

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

GIPHY App Key not set. Please check settings

    9 Juta Talenta Digital Dibutuhkan Indonesia 15 Tahun Kedepan

    3 Tantangan Yang Akan Dihadapi Dalam Presidensi G20