in

Tempat Wisata Di Majalengka Dilonggarkan, Masih Sepi

Objek Wisata Terasering Panyaweuyan, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, masih terlihat sepi. (Foto/IST)

Majalengka | Objek wisata Terasering Panyaweuyan, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat kembali dikunjungi wisatawan, status wilayah PPKM level 2.

Terpantau, tidak hanya wisatawan lokal namun dari luar daerah juga banyak ditemui di wisata ini. Meskipun begitu, objek wisata Terasering Panyaweuyan masih terlihat sepi

“Lebih ramai sebelum PPKM, bahkan pas di tutup tuh suka rame aja yang main di depan, tapi sekarang udah di buka mah sepi belum ramai,” ujar Mulyadi, pengelola objek wisata Terasering Panyaweuyan, Minggu (29/8) dilansir dari Ciremaitodai.com

Mulyadi mengungkapkan, sepinya pengunjung disebabkan kekhawatiran wisatawan akan ditanyakan sertifikat vaksin sebagai syarat masuk wisata.

“Kebanyakan pengunjung takut di tanyain kartu vaksin, sampai pesan di Instagram juga banyak pertanyaan yang sama,” katanya.

Seiring diizinkan pembukaan tempat wisata oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Majalengka, Mulyadi mengaku pihaknya sudah mulai membuka wisata tersebut sejak 26 Agustus.

Wisata di Majalengka Dilonggarkan, Pengunjung Terasering Panyaweuyan Masih Sepi (1)
Keindahan suasana objek wisata Terasering Panyaweuyan. (foto/IST)

“Setelah membuat fakta integritas agar mengikuti anjuran pemerintah, Alhamdulillah kita memenuhi syarat-syaratnya sehingga diizinkan untuk buka,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka, Diding Solehudin melalui Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata, Adhy Setya Putra mengatakan, semua tempat wisata di Majalengka saat ini sudah diberi kelonggaran.

Meskipun sudah ada kelonggaran, bukan berarti dibuka secara total, namun hanya dibuka sebanyak 25 persen untuk pengunjung

“Kalau menurut Inmendagri dan SE Bupati, level 2 ini ada kelonggaran untuk aktivitas wisata, itu hanya 25 persen dan syaratnya prokes harus diperketat,” ujar Adhy.

Untuk menghindari kenaikan level lagi, pihaknya akan membuat komitmen dengan para pengelola wisata agar mereka lebih memperhatikan protokol kesehatan pengunjung

“Khawatirnya abai, yang pada akhirnya objek wisata ditutup lagi. Sehingga kita membuat semacam fakta integritas kepada temen-temen pengelola. Ya minimalnya mereka berkomitmen siap menyiapkan alat cuci tangan, disinfektan, masker,” tuturnya.

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

GIPHY App Key not set. Please check settings

    Mahasiswa UPNV Yogya Ciptakan Alat Penerjemah Bahasa Isyarat, Keren!

    Kawasan Wisata Puncak Ramai, Pasca Vaksinasi?