in

Pengusaha Bus Yogyakarta Menjerit, Aset Dijual, Supir dan Kernet jadi Kuli

Pengusaha Bus semakin menjerit. (Foto/IST)

Yogyakarta – Kian merana pengusaha bus Yogyakarta di Daerah Istimewa Yogyakarta akibat perpanjangan PPKM level 4. Banyak Pengusaha yang menjual asetnya hingga supir dan kernet yang menjadi kuli.

Hal ini diiyakan oleh Ketua Organda DIY Hantoro yang mengatakan, saat ini dari 60 pengusaha bus pariwisata di DIY hampir seluruhnya terpaksa menjual asetnya demi bertahan hidup.

“Itu (pengusaha bus pariwisata) semuanya melakukan. Kalau DIY ini ada sekitar 60 perusahaan. Mereka rata-rata menjual asetnya. Tapi untuk jumlah bukan ranah saya, urusan pribadi,” kata Hantoro dilansir dari Detik.com, Selasa (3/8/2021).

“Secara keseluruhan 817 armada (bus pariwisata). Itu posisi enggak bergerak selama PPKM. Ya wis, katanya 17 hari, nambah terus gak ada kepastian,” ungkapnya.

Kondisi sopirdan kernet pun tidak bisa narik lagi karena destinasi wisata tutup, sehingga otomatis bus pariwisata nganggur.

Berdasarkan data Organda DIY, saat ini total supir dan kernet bis pariwisata di DIY sebanyak 5.500 orang dan lebih dari setengahnya beralih profesi.

Hantoro pun hanya bisa pasrah dengan keadaan ini. Menurutnya, sejauh ini Organda hanya cukup mendengarkan aturan dari pemerintah.

“Pasrah aja, negara sudah otoriter. Kami cuma mendengarkan aturan, kami tidak boleh bertanya dan menolak,” pungkasnya. (dilansir dari detik.com)

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings

    Berjuang Ditengah Pandemi, Abdi Dalem Keraton Hidupi Keluarga Dengan Gaji Seadanya

    Kalbar Rutin Ekspor 53 Ton Durian ke China Dua Bulan Sekali