in

Kapasitas Jurnalis Menuju 3 Zero HIV Aids 2030

Yogyakarta | Jaringan Advokasi HIV dan AIDS (JAVA) DIY yang beranggotakan masyarakat sipil, memiliki komitmen untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS, mengedepankan pemenuhan hak ODHIV dan juga berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan terkait dengan HIV dan AIDS

Agus Triyanto Koordinator JAVA DIY, memaparkan dengan berbagai persoalan tersebut, merasa penting untuk mengadakan “Pertemuan Peningkatan Kapasitas Jurnalis Terkait HIV dan AIDS” guna memberikan update informasi kepada peserta tentang situasi HIV dan AIDS di DIY, juga melakukan mapping tantangan terkait penyebarluasan informasi HIV, memberikan pemahaman kepada peserta tentang Penyelenggaran, Pencegahan, dan
Penanggulangan HIV & AIDS, dan mereduksi stigma dan diskriminasi bagi ODHA. Agus Triyanto Koordinator JAVA DIY

Agenda dilaksanakan di Hotel Horaios Malioboro Jalan Gowongan Kidul No 57, Sosromenduran , Yogyakarta Kamis, 01/09/2022 dengan peserta Jurnalis baik media cetak maupun media online dan juga anggota JAVA DIY.

Data kasus HIV dan AIDS di DIY berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DIY, jumlah kumulatif kasus di DIY dari tahun 1993 sampai dengan Maret 2022, HIV 6.058 kasus dan AIDS 1.931 kasus. Berdasarkan kelompok umur, kasus tertinggi HIV di usia produktif 20-29 tahun (1.885 kasus). Kemudian berdasarkan faktor resiko kasus tertinggi ditemukan pada kelompok Heteroseksual (54%).

Dari kasus diatas data HIV terus meningkat sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam penanganan HIV secara komprehensif, yakni masih ditemukannya kasus anak tidak diterima di sekolah karena status HIVnya, persoalan tentang pemutusan hubungan kerja sepihak karena status HIV juga masih ditemukan, belum lagi tidak diterimanya orang dengan HIV di lingkungan masyarakatnya.

Hal ini membuktikan bahwa tingkat diskriminasi masih terjadi di masyarakat kita. Tindakan diskriminasi sering kali terjadi karena masih adanya stigma terkait HIV.

Stigma muncul dikarenakan minimnya informasi yang tepat yang didapatkan oleh masyarakat. Stigma dan diskriminasi tak jarang justru dilakukan oleh orang di lingkungan terdekat.

Jika hal ini diabaikan tentu akan menimbulkan persoalan yang lebih serius lagi. Untuk orang dengan HIV yang baru mengetahui status dirinya, dukungan psikososial dari orang terdekat tentunya sangat penting, ujar Lusiani, SKM Dinas Kesehatan DIY.

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Laurensia Ana Yuliastanti, S.Pd mengatakan, untuk bisa mencapai target ending 3 zero 2030 Indonesia bebas Aids yang meliputi, zero infeksi baru ( Zero New HIV Invection ), zero kematian terkait AIDS ( Zero Aids Related Death ), serta zero stigma dan diskriminasi ( Zero Discrimination ) diperlukan kepedulian banyak pihak, salah satunya adalah Media massa sebagai alat yang digunakan dalam penyampaian pesan-pesan dari sumber kepada khalayak (menerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, TV (Cangara,2002).

Media massa di zaman yang modern ini, serba canggih, dan cepat, kini mulai banyak media massa berbentuk digital yang juga melakukan penyampaian informasi kepada khalayak luas. Media diharapkan menjadi wadah pemberian informasi yang komprehensif dan tepat.

Dengan adanya media yang terbuka dan mudah diakses banyak orang bahkan pada kelompok sasaran yang lebih luas menjadi bagian terpenting dalam kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV. Bagaimana media dapat mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat
dalam mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA. Bukan lagi memandang ODHA
dengan cara pandang negative.

Beberapa contoh kasus dilapangan terkait korban Aids menjadi bahan diskusi bersama awak jurnalis, pendamping ODHA, dan JAVA dengan berbagai pemikiran bersama untuk mendapatkan solusi terbaik yang bisa dijalankan bersama. (Herman)

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

GIPHY App Key not set. Please check settings

    Men-sruput Kopi Terbaik Nusantara

    Jogja Coffee Week #2 Dibuka, Terbesar di Indonesia, Diikuti Peserta dari Aceh Hingga Papua